
Dasrizal, Juara MTQ Internasional di Kuala Lumpur Malaysia
JawaPos.com – Para pemuda merupakan wujud suatu bangsa di masa depan. Menjadi generasi muda artinya memiliki kesempatan untuk berkarya dan berprestasi sebanyak-banyaknya sehingga dapat timbul suatu perubahan dan dampak postitif bagi bangsa dan negara.
Baik karya maupun prestasi, dapat diwujudkan melalui berbagai bidang sesuai minat dan bakat. Anak-anak zaman sekarang tentunya memiliki kesukaan yang berbeda, seperti musik, lukis, tari, olahraga, hingga hal keagamaan.
Indonesia patut berbangga karena memiliki qari atau pembaca Al Quran yang telah memancarkan kiprahnya di mata internasional. Dasrizal Marah Nainin, ialah juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2013 yang saat itu digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.
Berhasil mengungguli 37 peserta lain dari berbagai belahan dunia, Dasrizal mengaku perjuangannya itu cukup sulit. Namun, dia meyakini satu pepatah arab Man Jadda Wajada. Pepatah tersebut memiliki makna, barangsiapa bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasilnya.
“Apa yang kita dapatkan tentu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Saya meyakini betul pepatah Man Jadda Wa Jada, siapa yang bersungguh sungguh dia akan mendapatnya,” ujarnya saat diwawancarai JawaPos.com tentang kepemudaan.
Dosen Fakultas Ushuluddin di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengungkapkan perjuangannya di bidang tilawah. Beberapa kali dia sempat dinyatakan gagal dalam kompetisi, tetapi kegagalan itu tak membuat semangatnya surut. Malah, dia merasa harus belajar kembali meningkatkan kualitas bertilawahnya.
“Dari kecil saya memang tertarik mendengarkan tilawah, tapi beberapa kali saya ikut MTQ selalu gagal, banyak gagalnya. Tapi dibalik kegagalan itu saya belajar, bahwa itu keberhasilan yang tertunda. Justru (kegagalan) itu kita semakin tergerak dan bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas, kita koreksi kekurangan kita,” ungkap Dasrizal.
Mengenai kegigihannya, pemuda berdarah minang itu menyebut satu ayat yang membelakanginya. “Ada ayat yang menyebut ‘Jadikanlah oleh manusia apa yang sudah terjadi sebagai cambuk atau pelajaran bagi ke depannya,” seru alumni MAN 2 Padang ini.
Ayat tersebut, Dasrizal yang pernah berkuliah di UIN (dulu IAIN) Imam Bonjol ini dapat mengartikan bahwa segala yang pernah dilalui meski itu gagal, harus disusul dengan pembelajaran agar lebih baik lagi. “Alhamdulillah, rezeki dari Allah, mungkin melihat kegigihan kita dikasih jalan, Alhamdulilah juara internasional,” tutur ayah tiga anak itu.
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Dasrizal yang sudah mengikuti kompetisi MTQ nasional sejak tahun 2000 itu berpendapat, pemuda bisa memiliki karakter tersendiri jika bisa fokus menggali kelebihan yang dimilikinya.
“Jika kita memiliki kelebihan tertentu, itu yang kita gali terus sehingga menjadi ciri khas. Itulah barangkali yang membuat kita bisa meningkat,” pungkasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
