
Ilustrasi
JawaPos.com - Pemerintah telah menyaiapkan jalur fungsional di Tol Trans Jawa. Jalur itu juga telah bisa dilewati yang fungsinya untuk mengurangi penumpukan kendaraan.
Kepala Posko Pusat Operasi Ramadniya, Kombes Hery Sutrisman mengatakan, semua jalur fungsional dapat dilalui kendaraan.
Namun, yang perlu dicatat adalah jalur tersebut hanya beroperasi dari pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB.
"Jalur fungsional sejak tanggal 21 Juni sudah diuji coba, dan digunakan efektif pada tanggal 22 Juni ini," ujar Hery di kantor Korlantas, Jakarta, Jumat (23/6).
Sementara untuk titik rawan kecelakaan, Hery mengatakan semua jalur tol fungsional rawan kecelakaan. Itu disebabkan karena struktur jalan yang belum sempurna atau masih bergelombang.
Tak hanya itu, infrastruktur jalur fungsional juga masih belum adanya pagar, lampu penerangan, dan masih banyak debu.
"Oleh sebab itu kendaraan yang melintasi jalur itu pun diwajibkan tidak memacu gas melebihi 40 km," jelas dia.
Adapun tol fungsional di Trans Jawa yang rawan kecelakaan adalah Brebes Timur-Pemalang, Pemalang-Batang, Solo-Ngawi, Semarang-Solo dan Mojokerto-Surabaya.(cr2/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
