Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 April 2017 | 23.52 WIB

Keuskupan Agung Jakarta Sebut Islam Nusantara Sangat Menyejukkan

Keusukupan Agung Jakarta saat konfrensi pers. - Image

Keusukupan Agung Jakarta saat konfrensi pers.

JawaPos.com - Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo merindukan Islam yang damai sebagaimana yang digaungkan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Indonesia.


"Islam yang damai, Islam nusantara. Saya merasa bahwa gagasan seperti itu sungguh sangat menyejukkan," ujarnya saat menggelar konferensi pers perayaan Paskah di Katedral, Jakarta, Minggu (16/4).


Belakangan ini kata dia, ada nuansa radikalisme kerap yang dimunculkan oleh sejumlah oknum terhadap ISlam. Hal itu sangat ditentang oleh tokoh Islam. Sebab Islam itu adalah agama yang penuh kedamaian.


"Mereka mengatakan semua bahwa Islam tidak mengajarkan hal-hal seperti itu. Silakan simak kata-kata para pemimpin ormas Islam besar itu," tutur Suharyo.


Dalam kesempatan itu, Suharyo juga ikut menyoroti kasus pembatalan deklarasi pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di Semarang.


Ditegaskannya, penolakan itu bukan datang dari umat kristiani. "Kemarin di Semarang diberitakan, siapa yang berhadapan di sana, bukan umat kristiani dengan saudara kita muslim," ujar Suharyo Hardjoatmodjo.


Adapun penolakan itu  dari kalangan muslim sendiri yang sebagian memiliki pandangan bahwa agama menjadi berkah bagi seluruh ciptaan tuhan.


Suharyo meminta agar seluruh pemimpin agama di Indonesia paham mengenai sejarah bangsa ini terbentuk. Sekurang-kurangnya, ada tiga tonggak penting yang patut dijaga.


Pertama, sejarah kebangkitan nasional pada 20 Mei 1908. "Ini awal bangsa Indonesia karena sebelumnya yang namanya nasional belum ada, yang ada kerajaan," urainya.


Kedua, sejarah sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang menegaskan cita-cita akan ada tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia. "Bahasa itu diciptakan demi kesatuan. Tidak ada yang menyatukan tapi diciptakan," jelas Suharyo.


Ketiga dan yang penting untuk diingat yakni berdirinya Indonesia melalui proklamasi berdasarkan Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa. "Sejarah itu mesti diikuti sungguh-sungguh, dijaga supaya tidak melenceng. Semoga tidak ada sudara kita yang mengubah sejarah itu," pungkasnya. (dna/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore