
Ustad Bachtiar Nasir
JawaPos.com - Ketua dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Ustaz Bachtiar Nasir telah menjadi terperiksa di kasus makar yang menjerat Rachmawati Soekarnoputri. Dia diperiksa bersama petinggi Front Pembela Islam, yakni Habib Rizieq Shihab.
Meski begitu, pria yang kerap mengenakan peci itu meminta umat yang mendukung dia agar jangan membenci aparat penegak hukum. Apalagi sampai terprovokasi.
Dia menerangkan bahwa ketika dia diperiksa di Polda Metro Jaya, dia selalu diinterogasi dengan baik oleh para penyidik. Hal yang sama kata dia juga dialami Habib Rizieq. "Mereka yang periksa saya sama habib, itu orangnya baik," kata Bachtiar di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2).
Namun dia menduga ada kekuatan lain yang akan merusak umat Islam. Kekuatan itu yang memicu umat Islam terprovokasi dan mudah mengeluarkan kata-kata kasar di media sosial.
"Ada yang ingin kita merasa was-was dalam diri kita yang buat kita mencurigai, lalu keluar kata-kata kotor di medsos itu cermin isi hati kita yang kotor. Itulah ulah jin dan manusia, kadang tidak kita sadari," ujarnya. (elf/JPG)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
