Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 02.25 WIB

Komentar Gerindra soal Kicauan Kekecewaan SBY di Twitter, Katanya...

Ilistrasi - Image

Ilistrasi

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai wajar keluhan Presiden VI RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun twitternya. Dia menilai bahwa hal itu bentuk kekecewaan yang ingin disampaikan terhadap persoalan yang ada.


"Ini sebuah kekecewaan dari Pak SBY terkait masalah yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara kita. Saya rasa wajar saja pak SBY mengeluh dan kecewa di Twitter sebagai orang yang pernah memimpin negara ini," ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (22/1).


Menurut dia, memang sangat jauh beda penyelesaian masalah-masalah sosial, politik, maupun ekonomi yang dilakukan SBY dengan yang dilakukan Presiden Joko Widodo. SBY, menurutnya, sekalipun dia berlatar belakang militer tapi meyelesaikannya bukan dengan cara-cara represif main tangkap dan tahan terhadap kebebasan berdemokrasi.


Arief menuturkan, jika dibandingkan saat SBY berkuasa, berita hoax dan fitnah juga terbilang banyak. Sebagai contoh, SBY pernah diberitakan sudah menikah dan punya anak sebelum menikah dengan Ani Yudhoyono. Sehingga ada seruan untuk menggulingkan SBY.


Namun kata Arief, semua didengar dan diatasi dengan bijak oleh SBY sehingga tidak mengarah pada perpecahan anak bangsa. "Coba kurang keras apa pernyataan oposisi saat itu pada SBY. Tapi mereka semua diajak bicara oleh SBY satu demi satu tanpa main lapor polisi atau nyuruh polisi tangkap," sebutnya.


Lebih lanjut dia mengatakan, tidak ada satupun aktivis buruh yang melakukan aksi demo menuntut haknya di era SBY dibawa ke meja hijau. "Nah zaman Joko Widodo 26 Aktivis buruh hampir saja terancam dipenjara untung hakim masih bijak dan baik sehingga memvonis bebas," sambung Arief.


Dia menambahkan, sebenarnya, berita hoax yang meyebar tidak lepas dari macetnya saluran komunikasi yang dibangun oleh Joko Widodo dengan masyarakat. "Terutama kelompok masyarakat yang tidak berkecimpung di parpol yang sebenarnya memiliki pengaruh lebih besar dari Parpol, seperti serikat buruh, ormas, dan lainnya," pungkasnya. (dna/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore