
ILUSTRASI. Penggunaan SSCN dinilai oleh sebagian masyarakat masih membingungkan. Buntutnya ribuan formasi yang bisa diisi oleh tenaga honorer k-2 terbuang sia-sia.
JawaPos.com - Dari total 13.345 formasi yang disediakan, hanya 8.802 tenaga honorer K-II yang mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Sementara yang melakukan submit atau selesai mendaftar lebih sedikit, yakni hanya 8.765 orang.
Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, hampir 5.000 tenaga honorer K-II, baik bidang pendidikan ataupun kesehatan telah melewatkan kesempatan untuk menjadi CPNS.
Ternyata, sebagian besar dari mereka masih tidak mengerti cara mendaftar serta melampirkan dokumen secara online melalui web sistem seleksi CPNS nasional (SSCN).
"Apa yang terjadi dengan 5 ribuan orang (tenaga honorer) itu? Sekitar 70 persen yang masuk ke offline kami, (datang) ke kantor-kantor pusat, melaporkan, rata-rata menanyakan 'bagaimana caranya, bagaimana caranya'"ujar Ridwan saat menggelar konferensi pers di kantor BKN, Jakarta Timur, Selasa (16/10).
Dia menyayangkan hal tersebut, sebab informasi pendaftaran sudah diumumkan jauh-jauh hari sebelum dimulai. Bahkan, waktu pendaftaran juga sudah diperpanjang.
"Padahal sudah jelas, jelas sekali, sangat sederhana," tambahnya.
Selain itu, Ridwan pun mengaku menemukan kasus bahwa para tenaga honorer tidak mengisi aplikasi itu sendiri. Beberapa dari mereka meminta bantuan operator sekolah yang disinyalir juga tidak memahami penggunaan web sscn.bkn.go.id tersebut.
"Nah, ketika operator sekolah tidak tahu data atau salah klik maka akhirnya seperti itu (gagal mendaftar). Bukan tenaga honorer K-II itu sendiri yang menginput, tetapi orang lain," tutur dia.
Namun demikian, terlepas dari masalah-masalah tersebut, setidaknya pemerintah telah berupaya maksimal memperjuangkan hak mereka. Pasalnya, kesempatan telah diberikan sebanyak dua kali, yakni pada 2013 lalu dan tahun ini.
"Dari situ terlihat betapa pemerintah sudah melakukan segala upaya untuk membuat tenaga honorer K-II dari tenaga pendidikan dan kesehatan untuk bisa masuk (PNS). Tetapi tentu saja tidak semua bisa karena ada batas-batas atau syarat-syarat minimal yang harus mereka penuhi," papar Ridwan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
