Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 November 2015 | 16.47 WIB

Kuliah Akan Dilakukan Dalam Dua Bahasa

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. - Image

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir.

Jawapos.com- Akhir Desember mendatang, Indonesia akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Karena itu, kemampuan bahasa Inggris bagi pelajar dan mahasiswa, sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar-tawar lagi.



 

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tengah mempersiapkan kurikulum yang mengharuskan perkuliahan dilakukan dengan dalam dua bahasa (dual language).




“Kurikulum yang didesain di masa depan akan dirancang proses belajar dengan dual language,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir.



Pembelajaran dengan dua bahasa kata Menteri Nasir, akan membuat penguasaan bahasa Inggris tertata baik. Untuk itu, semua referensi yang digunakan di kampus harus berbahasa Inggris.



“Dengan begitu penguasaan Bahasa Inggris menjadi given,'' katanya.



Menteri Nasir mengungkapkan, secara bertahap pihaknya akan mewajibkan seluruh mahasiswa perguruan tinggi agar berinteraksi dengan bahasa Inggris.



“Dosen pun harus dipacu dengan bahasa Inggris,” ujarnya.



Rencananya, kurikulum dual language itu akan dimulai tahun depan. “Tahun 2016 nanti akan kami galakkan. Semua akan kami syaratkan di perguruan tinggi, terutama PTN,” tutur Nasir.(pojoksatu/afz/JPG)

Editor: afni
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore