
Photo
JawaPos.Com - Tragedi Mina yang merenggut nyawa ratusan jemaah haji kembali terjadi. Kali ini lokasinya bukan di Jamarat (tempat melempar jumrah) atau di terowongan yang menuju Masjidilharan. Namun, di jalanan sekitar 1,5 kilometer mengarah ke lokasi pelemparan jumrah aqabah.
Sebagaimana laporan wartawan Jawa Pos, Endrayani Dewi dari Makkah, hingga tadi malam Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi merilis total korban 719 jemaah meninggal dunia dan 863 jemaah terluka. Dari Indonesia, jemaah yang meninggal ada tiga. Yakni, Hamid Atwi Tarji Rofia, 51; Busyaiyah Sahel Abdul Gafar, 50; dan satu jemaah lagi belum teridentifikasi.
Hamid berasal dari kloter Surabaya (SUB) 48 yang tinggal di maktab 2. Busyaiyah merupakan jemaah kloter Batam (BTM) 14 yang tinggal di maktab 1. Dua jemaah itu tinggal di tenda di Mina Jadid.
“Satu korban lagi belum teridentifikasi, tapi menggunakan pakaian jemaah Indonesia,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin tadi malam.
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Arab 204 Mina sekitar pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Jalan tersebut sekitar 500 meter dari Jalan Besar King Fahd. Jalan Arab menjadi lintasan jemaah Saudi, Mesir, Turki, dan Sudan.
Mereka bermaksud melempar jumrah pertama aqabah pada pagi hari. Itu dilakukan agar cepat menyelesaikan jumrah pertama sehingga cepat tahalul (bebas ihram).
Lukman mengonfirmasi bahwa dua jemaah Indonesia itu meninggal karena tersasar atau tidak tahu jalan lantaran akses tersebut diperuntukkan jemaah haji dari Saudi, Mesir, Turki, dan Sudan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Arsyad Sanusi mengatakan, Jalan Arab tidak biasa digunakan jemaah Indonesia untuk menuju Jamarat aqabah. Termasuk jemaah yang tinggal di maktab kawasan Mina Jadid.
Jemaah Indonesia biasanya melewati Jalan Besar King Fahd. “Tapi, kami mendapat informasi, ada beberapa jemaah yang melalui jalan tersebut. Saat ini sedang kami selidiki,” ujarnya.
Menurut Arsyad, seluruh jemaah Indonesia mendiami 52 maktab yang terbagi di dua tempat. Yaitu, 7 maktab di Mina Jadid dan 45 maktab di Harratul Lisan, Mina. “Jemaah yang tinggal di Mina Jadid itulah yang mungkin menjadi korban,” kata Arsyad.
Sebab, lanjut dia, jemaah yang tinggal di Harratul Lisan biasanya akan ke Jamarat aqabah melalui terowongan Muashim, lokasi yang pada 2006 pernah terjadi tragedi. Dengan demikian, lokasi kejadian kemarin bukan di dalam terowongan Mina. “Sangat kecil sekali kemungkinan untuk terjadinya korban yang lebih banyak,” ujarnya.
Berdasar laporan petugas di Jamarat, diduga insiden terjadi karena jemaah yang hendak melaksanakan jumrah aqabah mendadak terhenti di Jalan Arab. Karena ada jemaah yang berhenti, jemaah di barisan belakang spontan mendorong jemaah di depannya.
Aksi saling dorong pun terjadi di tengah kerumunan jemaah. Akibatnya, banyak jemaah perempuan dan orang tua yang jatuh menjadi korban karena terinjak-injak.
Kepala Organisasi Haji Iran Said Ohadi mengatakan, ada dua jalur di dekat Jamarat yang ditutup tanpa alasan yang jelas. Kata Ohadi, itulah yang mengakibatkan kerumunan jemaah berdesakan yang berujung jemaah tewas terinjak-injak.
Selain itu, ada yang menyebut jemaah kelelahan sehingga berhenti di tengah jalan menuju Jamarat. Yang jelas, situasi tersebut membuat arus jemaah di Jalan Arab 204 terhenti total.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
