Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2018 | 05.45 WIB

Berkat Beras, Pemerintah Klaim Angka Kemiskinan Turun 1,19 Juta

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa - Image

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui jika dua program Kemensos berdampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan dan gini rasio.


Dua program tersebut adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Beras Sejahtera (Rastra).


PKH dan Rastra yang merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos), dinilai efektif menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan antar penduduk.


"Jika hitungannya year to year (September 2016-red) sebesar 0,394, maka terjadi penurunan sebesar 0,003 poin," jelas Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melalui keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com di Jakarta, Rabu (3/12).


Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga September 2017 mengungkap bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen).


"Artinya jumlah tersebut berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 sekitar sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen)," kata Khofifah.


Adapun persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 7,72 persen, atau turun menjadi 7,26 persen pada September 2017.


"Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93 persen, atau turun menjadi 13,47 persen pada September 2017," tambah tokoh Muslimat NU itu.


Sementara tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio, pada bulan September 2017 berada di posisi 0,391. Angka ini menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,393.


Khofifah mengatakan, data BPS tersebut menjadi bukti efektifitas program yang sempat diragukan banyak pihak.


Terlebih program PKH sendiri merupakan model kebijakan penanggulangan kemiskinan yang menggunakan perspektif pemberdayaan perempuan.


"Nantinya data BPS ini menjadi acuan dan referensi bagi seluruh Kementerian/Lembaga dan juga Pemerintah Daerah dalam melakukan intervensi penanganan kemiskinan," kata Khofifah.


Dengan capaian tersebut, lanjut Khofifah, pihaknya semakin optimistis dengan target penurunan angka kemiskinan menjadi single digit.


Seperti diketahui, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan dalam RAPBN 2018 ditargetkan sebesar 9,5-10 persen atau turun dari 2017 yang dipatok 10,5 persen.


Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menjelaskan ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore