Lukisan Tanah Langit karya dosen IKJ Tri Aru Wiratno menggambarkan perjuangan masyarakat Gaza, Palestina. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Masyarakat Indonesia selalu jadi yang terdepan untuk memberikan dukungan terhadap rakyat Gaza, Palestina. Dukungan untuk Gaza tidak hanya lewat politik dan materi. Tetapi juga melalui karya seni.
Seperti yang dipersembahkan dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Tri Aru Wiratno lewat karya lukisan berjudul Tanah Langit. Lukisan tersebut jadi bagian karya seni yang mengisi pameran Beyond Perception di komplek Taman Ismail Marzuki (TIM).
Menariknya karya seni yang membawa semangat dukungan untuk warga Gaza itu, tidak hanya berupa karya lukis. Tetapi juga dilengkapi perahu-perahu kecil dari kertas. Kemudian ada beberapa lembar bendera Palestina berukuran kecil. Ada juga gabungan foto-foto kondisi masyarakat Gaza dengan segala kesulitannya.
Yang menarik dari karya seni tersebut, Tri Aru Wiratno menaruh beberapa potong buah semangka yang merah merona dagingnya. Seperti diketahui salah satu simbol dukungan untuk Palestina adalah semangka. Bahkan objek utama lukisan Tri Aru Wiratno juga semangka.
Untuk diketahui semangka menjadi simbol dukungan untuk Palestina. Karena kombinasi warna buahnya, menyerupai bendera Palestina, yaitu merah, putih, hitam, dan hijau. Merah pada daging semangka, putih pada bagian kulit dalamnya, hijau pada bagian kulit luar, dan hitam untuk bijinya.
Tri Aru Wiratno menjelaskan lukisannya itu menggambarkan pertemuan tanah dan langit dalam konteks perjuangan rakyat Palestina. Karyanya menggunakan media campuran, termasuk foto-foto yang tercetak pada permukaan berbentuk tiga dimensi merah dan hijau. "Merepresentasikan darah yang tertumpah dan harapan yang tetap tumbuh meskipun berada dalam blokade," jelasnya.
Pameran Beyond Perception dibuka secara resmi oleh Rektor IKJ Syamsul Ma'arif pada Sabtu (25/10) malam. Pameran yang dibuka sampai 2 November depan itu, memajang karya-karya dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ.
Dalam sambutannya Syamsul mengatakan seni jadi media penting untuk membaca realitas. Dalam konteks dunia pendidikan, keberadaan seni budaya sangat penting. "Ketika budaya seni itu sudah merasuk ke dalam setiap kuliah, maka seni akan menjadi sesuatu yang bersatu dalam kehidupan kita," katanya.
Setiap karya yang dipamerkan hasil perpaduan gagasan teknik dan kepekaan estetik yang beragam, namun saling memperkaya. Nilai dan relevansi akademi pameran ini merupakan wujud pengembangan ekosistem seni akademi yang efektif, kolaboratif, dan konteksual terhadap zaman. "Seni di sini tidak hanya berfungsi estetik. Tetapi juga menjadi medium riset, kritik, dan pemaknaan orang terhadap pengalaman manusia," tandasnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
