
Ilustrasi penjualan hewan kurban menyambut perayaan Idul Adha
JawaPos.com - Hari raya kebesaran umat Islam, Idul Adha semakin dekat. Disunahkan bagi orang yang mampu untuk berkurban bagi yang mampu mengingat pengorbanan nabi Ibrahim AS. Selain pahala yang besar disetiap darah dan helai bulu hewan kurban juga sekaligus berbagi dan bersedekah bagi yang tidak mampu.
Beberapa orang mengambil peluang hari raya ini untuk meraup rezeki dengan menjual hewan kurban. Tentunya bisnis ini sangat menggiurkan menjelang hari raya Idul Fitri.
Mengutip situs resmi cermati.com, ada beberapa tips dan trik bagi yang ingin memulai usahanya dalam menjual hewan kurban.
1. Pahami Seluk Beluk Hewan Kurban
Pastikan hewan kurban yang Anda jual adalah hewan yang layak/sehat secara fisik dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Tips: Pemahaman yang baik ini akan memudahkan Anda dalam berjualan dan meminimalisir kerugian adanya hewan kurban yang tidak layak untuk dikurbankan. Pastikan saat Anda membeli hewan dari tempat lain, Anda hanya memilih hewan-hewan yang terbaik dan memenuhi syarat agar Anda bisa memaksimalkan penjualan.
2. Tentukan Modal dan Jenis Hewan
Setelah memahami memilih hewan yang layak jual untuk kurban, Anda harus menentukan jenis hewan yang akan Anda jual dan modal yang Anda miliki. Jenis hewan berkaitan erat dengan jumlah modal usaha yang Anda siapkan. Apakah modal Anda cukup banyak untuk berjualan sapi yang harga seekornya bisa mencapai Rp15 juta? Logikanya, jika Anda ingin berjualan sapi, maka modal yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan dengan berjualan kambing, sebab harga kambing rata-rata Rp1,5 juta per ekor.
Tips: Tentukan jenis hewan dan sesuaikan dengan kemampuan modal Anda. Lakukan riset sederhana di lokasi Anda berjualan, apakah Anda memiliki kompetitor? Atau tidak? Apakah lokasinya strategis? di pinggir jalan misalnya? Menurut Anda apakah kambing atau sapi hewan kurban yang paling banyak di minati masyarakat dan bisa terjual dengan cepat?
Solusi modal kurang atau Anda tak punya modal saat ini namun keinginan bisnis begitu kuat, tak perlu khawatir. Anda bisa menggunakan kredit tanda agunan (KTA) untuk modal usaha yang Anda lakukan. KTA tergolong hutang produktif apabila dananya digunakan untuk bisnis, yang terpenting ialah Anda memiliki stategi manajemen keuangan yang baik sehingga angsuran kredit lancar nantinya dan bisnis yang dijalankan juga bisa meraup untung.
3. Persiapkan Modal, Tempat dan Pakan
Persiapkan modal bisnis Anda. Modal yang dibutuhkan termasuk hitungan untuk pembelian hewan, persediaan kandang hewan/tempat penampungan sementara, pakan dan perawatan hewan kurban. Lakukan perhitungan modal dengan baik. Lakukan pembelian hewan jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga terbaik, harga yang jauh lebih murah.
Selain itu, pastikan Anda memiliki tenaga dan persediaan pakan yang tepat bagi hewan kurban yang akan Anda jual kembali. Rawatlah dengan baik, pastikan hewan yang Anda beli sehat dan mendapatkan pakan dan kandang yang layak sehingga hewan-hewan tersebut sehat dan siap disembelih saat kurban nanti.
Tips: Anda sebaiknya membeli langsung hewan-hewan kurban dari peternaknya agar mendapatkan harga yang sangat kompetitif dan bisa memaksimalkan untung. Jika membeli dari pengepul, maka besar kemungkinan anda tidak akan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Membeli hewan kurban dari peternak juga akan jauh lebih terjamin kesehatan dan perawatannya hanya saja lokasi peternak hewan kurban itu umumnya ditemui di luar daerah dan sangat jarang ada di perkotaan.
4. Lakukan Teknik Berjualan Langsung

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
