Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Mei 2018 | 23.29 WIB

Kesultanan Sintang Gagas Lambang Garuda, Cak Imin: Kita Berhutang

Wakil Ketua MPR, Abdul Muhaimin Iskandar menerima penghargaan dari Kesultanan Sintang, Kalimantan Barat, kemarin. Tampak Wasekjen PKB, Daniel Johan - Image

Wakil Ketua MPR, Abdul Muhaimin Iskandar menerima penghargaan dari Kesultanan Sintang, Kalimantan Barat, kemarin. Tampak Wasekjen PKB, Daniel Johan

JawaPos.com - Indonesia dianggap memiliki hutang budi dan jasa pada Kesultanan Sintang, Kalimantan Barat. Sebab, lambang negara Indonesia yakni Burung Garuda berasal dari mereka.


"Lambang negara yang kita banggakan, Garuda Pancasila berasal dari Kesultanan Sintang," ujar Wakil Ketua MPR, Muhaimin Iskandar saat menerima gelar kehormatan dari Kesultanan Sintang, di Sintang, Kalimantan Barat pada Kamis (10/5).


Menurut Cak Imin, harus menjadi kebanggaan pula bahwa Kesultanan Sintang waktu itu memiliki kontribusi nilai-nilai kebhinekaan yang kuat.


Karena itu, lanjut Cak Imin, pemerintah seharusnya memberikan perhatian khusus kepada Kesultanan Sintang.


"Itu sebagai bentuk balas budi dan juga untuk melestarikan nilai dan khazanah kebudayaan yang terkandung di Kesultanan Sintang," jelas dia.


"Sekaligus (memberikan) bantuan untuk menguatkan Kesultanan Sintang di masa yang akan datang," tutur Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.


Lebih jauh dia memaparkan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 186 kerajaan dan kesultanan yang masih eksis berdiri. Termasuk salah satu yang paling tua adlah Kesultanan Sintang, yang hingga tahun ini sudah memasuki usia 665 tahun.


Untuk melestarikan warisan sejarah tersebut, menurutnya Indonesia sudah saatnya menjadikan kebudayaan sebagai panglima, ketimbang ekonomi yang sejauh ini belum terbukti.


Sebab, dengan meletakkan kebudayaan sebagai panglima, maka aspek-aspek dasar yang dimiliki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, secara langsung akan menopang sendi-sendi kehidupan bangsa


"Kita juga pernah mengalami ekonomi sebagai panglima, tapi belum terbukti. Karena itu, mulai hari ini kebudayaanlah yang menjadi panglima bagi keberhasilan nasional kita," pungas dia.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore