Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Februari 2025 | 03.34 WIB

Memperingati Satu Abad Pramoedya Ananta Toer, Fakta Menarik Kisah Hidup Penulis Novel Legendaris

Pramoedya Ananta Toer. (gusdurian) - Image

Pramoedya Ananta Toer. (gusdurian)

JawaPos.com–Siapa yang tidak kenal dengan film Bumi Manusia. Menarik lebih dari 1,3 juta penonton yang menjadikannya salah satu film terlaris sepanjang 2019.

Film Bumi Manusia tayang di bioskop serentak pada 15 Agustus 2019, sebelum hari kemerdekaan. Penayangan di tanggal tersebut dipilih karena waktu yang sangat pas menunjukkan kisahnya yang sangat relevan dengan perjuangan bangsa Indonesia untuk melawan penjajah kolonial.

Film Bumi Manusia adalah adaptasi dari novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer. Pram dikenal sebagai penulis yang berani dalam karyanya. Kerap menyuarakan kritik terhadap penjajahan sekaligus menghadirkan sisi kemanusiaan dalam setiap novel.

Pada 6 Februari 2025, peringatan 100 tahun kelahirannya menjadi sorotan dan virla di berbagai media sosial seperti X dan Instagram.  

Mengutip dari ensiklopedia.kemdikbud.go.id berikut adalah rangkuman fakta menarik tentang sang novelis legendaris, Pramoedya Ananta Toer.

Nama asli Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora 6 Februari 1925 dan wafat pada 30 April 2006 di Jakarta. Pram adalah putra seorang guru. Ayahnya bertugas di Hukum Islam Sekolah (HIS) Rembang dan di sekolah swasta Boedi Oetomo, sedangkan ibunya adalah anak penghulu di Rembang.

Nama asli Pramoedya Ananta Toer sebenarnya adalah Pramoedya Ananta Mastoer seperti yang tertulis pada cerita pendek semi-otobiografinya Cerita dari Blora.  Pram merasa bahwa nama keluarga Mastoer terdengar terlalu bangsawan, lantas memutuskan menghapus awalan Mas dan memilih Toer sebagai nama belakangnya.

Dedikasi tinggi terhadap pendidikan

Pramoedya Ananta Toer menempuh pendidikan dasar di Institut Boedi Oetomo di Blora, kemudian melanjutkan pada sekolah teknik radio di surabaya. Setelah itu bekerja di kantor berita di Domei.

Meskipun sibuk bekerja Pram tetap melanjutkan pendidikan dengan bersekolah di taman siswa, mengikuti kursus stenografi, dan bahkan menempuh kuliah di Sekolah Tinggi Islam Jakarta dengan mengambil mata kuliah Filsafat, Sosiologi, dan sejarah.

Dia pernah menjadi redaktur di balai pustaka pada 1950-1951. Kemudian pada 1952 Pram mendirikan dan memimpin Literary dan Features Agency Duta. Selain itu, Pram juga mengajar sebagai dosen akademi jurnalistik di fakultas Sastra Universitas Res Publika Jakarta.

Sempat menjadi prajurit

Pramoedya pernah menjadi prajurit resmi TKR pada 1946. Dirinya mendapatkan gelar Letnan II yang ditempatkan di Cikampek.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore