
Prasasti M dan Tangga Hieroglif terlihat di dalam situs arkeologi Copan, di Copan Ruinas, Honduras, Sabtu, 3 Juli 2021. (AP/Rodrigo Abd)
JawaPos.com–Penelitian arkeologi terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang peradaban kuno di Amerika Tengah. Jaringan kanal ikan raksasa ditemukan di wilayah yang kini dikenal sebagai Belize. Kanal ini dibangun masyarakat sebelum peradaban Maya klasik berkembang.
Penemuan ini mengubah pemahaman tentang sejarah kuno. Masyarakat kuno ternyata telah membangun sistem kompleks. Mereka memanfaatkan sumber daya alam secara terampil.
Menurut informasi dari apnews.com, Selasa (4/2), kanal ikan ini diperkirakan berumur ribuan tahun. Jauh sebelum piramida megah didirikan oleh Maya. Sistem ini membuktikan bahwa peradaban kuno di wilayah ini telah maju.
Dengan menggunakan drone dan citra Google Earth, para arkeolog telah menemukan jaringan kanal tanah berusia 4.000 tahun di tempat yang sekarang disebut Belize. Temuan tersebut dipublikasikan di Science Advances.
”Citra udara sangat penting untuk mengidentifikasi pola khas kanal linear zigzag yang membentang beberapa mil melalui lahan basah,” kata rekan penulis studi Eleanor Harrison-Buck dari Universitas New Hampshire.
Mereka mampu membangun infrastruktur skala besar. Kanal ini digunakan untuk menangkap ikan dalam jumlah besar. Hasil tangkapan ini menopang populasi mereka.
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Para arkeolog menggunakan teknologi canggih. Mereka melakukan pemetaan dan analisis mendalam.
Tim kemudian melakukan penggalian di Suaka Margasatwa Crooked Tree di Belize. Kanal ikan purba, yang dipasangkan dengan kolam penampungan, digunakan untuk menyalurkan dan menangkap spesies air tawar seperti ikan lele.
”Ujung tombak berduri yang ditemukan di dekat situ kemungkinan diikatkan ke tongkat dan digunakan untuk menombak ikan,” kata rekan penulis studi Marieka Brouwer Burg dari Universitas Vermont.
Hasilnya, mereka menemukan jaringan kanal yang luas. Kanal ini saling terhubung dan membentuk sistem yang rumit. Sistem ini dirancang untuk mengelola air dan sumber daya hayati.
Penemuan ini memberikan bukti baru. Masyarakat kuno di wilayah ini memiliki pengetahuan yang mendalam. Mereka memahami lingkungan dan cara memanfaatkannya.
Kanal ikan ini bukan hanya sekadar tempat mencari ikan. Sistem ini juga memiliki nilai sosial dan budaya. Kanal ini menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Jaringan kanal tersebut dibangun sejak 4.000 tahun lalu oleh masyarakat semi-nomaden di dataran pantai Yucatan. Menurut penelitian tersebut, kanal tersebut digunakan selama sekitar 1.000 tahun atau lebih, termasuk selama periode pembentukan ketika suku Maya mulai menetap di desa-desa pertanian permanen dan budaya khas mulai muncul.
”Sangat menarik melihat modifikasi lanskap berskala besar pada masa lampau ini menunjukkan bahwa manusia sudah membangun sesuatu,” kata arkeolog Universitas Pittsburgh Claire Ebert, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
Diperkirakan kanal ini dibangun masyarakat seminomaden. Mereka hidup di wilayah pesisir Yucatan. Mereka memanfaatkan sumber daya alam untuk bertahan hidup.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
