Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 13.12 WIB

Kembali Diperdebatkan Milik Indonesia atau Malaysia? Begini Sejarah dan Asal-usul Batik Indonesia

Proses membatik menggunakan canting dan lilin. (Wikimedia) - Image

Proses membatik menggunakan canting dan lilin. (Wikimedia)

JawaPos.com - Gara-gara konten IShowSpeed, warga media sosial Indonesia dan Malaysia kembali memperdebatkan masalah asal batik.

Berdasarkan pantauan JawaPos, mulanya Speed diketahui menerima hadiah batik dari penggemarnya saat berkunjung ke Malaysia.

Saat memberikan batik, penggemar dan sopir taksi yang ditumpangi  tersebut berkata bahwa batik berasal dari Malaysia.

Namun, Speed sempat mencari tahu pada mesin pencarian Google tentang asal muasal batik.

Hal ini menuai respon yang sangat beragam dari warganet. Beberapa dari mereka berkomentar bahwa penggemar tersebut sengaja memprovokasi warga Indonesia.

Beberapa komentar warganet juga menyindir serta menerangkan asal muasal batik.

Lalu, bagaimana sejarah dan asal-usul batik muncul di Indonesia?

Keberadaan batik di Nusantara meninggalkan sejarah panjang, namun hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti kapan kemunculannya.

Batik berasal dari dua kata bahasa Jawa, yaitu “amba” berarti menulis dan “nitik” berarti titik. 

Kata ini juga berasal dari kata “ambatik” dalam bahasa Jawa yang mengarah pada teknik menulis dengan lilin.

Batik merupakan proses menulis pada kain dengan menggunakan lilin dan canting dengan ujung yang kecil sehingga memberikan kesan seperti menulis titik-titik.

Melansir laman Kemdikbud, meskipun berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik sendiri tidak tercatat dalam sejarah Jawa.

Menurut G.P Rouffaer, teknik membatik diduga dibawa dari India atau Sri Lanka pada sekitar abad ke-6 dan ke-7.

Awalnya, batik hanya sekedar gambar diatas kain yang hanya dikhususkan untuk para raja dan keluarganya karena peredarannya hanya terbatas di lingkungan keraton Jawa saja.

Namun dalam beberapa candi, motif-motif batik sudah sering muncul. Misalnya motif dasar lereng pada patung emas Syiwa di Wonosobo yang dibuat pada abad ke-9.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore