Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 September 2024 | 00.36 WIB

Sholat Rabu Wekasan untuk Tolak Bala Tidak Dibenarkan Menurut Islam, Begini Alasannya

Ilustrasi melaksanakan sholat. Melaksanakan sholat Rabu Wekasan yang biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Shafar dalam kalender Hijriyah tidak diperbolehkan menurut Islam. (Freepik) - Image

Ilustrasi melaksanakan sholat. Melaksanakan sholat Rabu Wekasan yang biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Shafar dalam kalender Hijriyah tidak diperbolehkan menurut Islam. (Freepik)

JawaPos.com - Melaksanakan sholat Rabu Wekasan yang biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Shafar dalam kalender Hijriyah tidak diperbolehkan menurut Islam. Hal itu karena pelaksanaan sholat Rabu Wekasan tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah.

Pernyataan tersebut diungkapkan Hadlratusysyekh KH. M Hasyim Asy’ari. Keharaman melaksanakan sholat ini adalah apabila niatnya secara spesifik untuk melaksanakan sholat Rabu Wekasan, sebagaimana dilansir dari NU Online.

"Tidak boleh berfatwa dari kitab-kitab yang aneh. Anda telah mengetahui bahwa kutipan dari kitab Mujarrabat Dairabi dan Masail Sittin yang menganjurkan sholat tersebut (Rebo Wekasan) bertentangan dengan kitab-kitab fiqih, maka sholatnya tidak sah, dan tidak boleh berfatwa dengannya," ujar KH. M Hasyim Asy’ari dalam Tanqih al-Fatwa al-Hamidiyah, NU Menjawab Problematika Umat.

Melaksanakan sholat Rabu Wekasan tidak diperbolehkan karena dianggap masuk dalam kategori bid'ah. Jika memang akan melaksanakan sholat Rabu Wekasan yang bertujuan untuk memohon pertolongan Allah untuk menolak bala, dianjurkan niat sholatnya dengan niat sholat sunnah mutlak atau niat sholat hajat.

Dalam keyakinan Jawa, sholat Rabu Wekasan dilakukan untuk menolak bala. Karena pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar ini diidentikkan sebagai hari yang membawa malapetaka. Keyakinan ini sebenarnya sudah ada sejak masa jahiliah kuno di kalangan bangsa Arab. Mereka meyakini bahwa bulan Safar sebagai bulan sial.

Dilansir dari NU Online, Syekh Abdul Hamid Quds dalam kitab Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur menyatakan, banyak wali Allah yang memiliki pengetahuan spiritual tinggi dimana rahasia Allah dibukakan pada mereka, meyakini bahwa Allah SWT menurunkan 320.000 macam bala atau bencana ke bumi setiap tahunnya. Dan semua itu pertama kalinya terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar.

Keyakinan tersebut belum ada justifikasinya dalam Alqur'an ataupun hadist Nabi. Oleh karena itu, bulan shafar dianggap sebagai bulan bencana sebenarnya masih dipertanyakan kebenarannya.

Terlepas dari keyakinan itu, tidak ada salahnya apabila kita memperbanyak berdoa memohon supaya dijauhkan dari marabahaya dan didekatkan dengan kebaikan-kebaikan dalam hidup pada Rabu Wekasan. Karena berdoa tidak ada kaitannya dengan ritual keagamaan yang diharuskan ada panduan syariatnya seperti dalam pelaksanaan sholat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore