Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 01.35 WIB

Doa Nabi Ayyub Meminta Kesembuhan Penyakit, Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemah

Inilah 7 waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan (Foto: Freepik.com) - Image

Inilah 7 waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan (Foto: Freepik.com)




JawaPos.Com - Kisah Nabi Ayyub menghadapi ujian hidup telah diabadikan dalam firman Allah dan tercantum dalam Al-Qur'an.

Menjadi salah satu hamba pilihan Allah, kisah Nabi Ayyub hingga kini masih menjadi suri tauladan bagi umat Islam.

Pada umumnya, kisah Nabi Ayyub ini menjadi contoh bagi umat Islam dalam menghadapi cobaan yang diberikan Allah SWT.

Sebagaimana Nabi Ayyub yang ditimpa musibah dan penyakit, ia tak lantas meninggalkan Allah SWT dan terus berdoa.

Dengan keyakinan dan kesabaran, penderitaan yang dialami Nabi Ayyub akhirnya usai setelah ia memanjatkan doa yang kini di telah diabadikan dalam  QS Al-Anbiya’ 83.

Doa Nabi Ayyub AS

رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar rahimin.”

Artinya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."


Kesabaran dan kesantunan dalam doa Nabi Ayyub agar sembuh dari penyakit tersebut kemudian didengar oleh Allah SWT. Kisah ini tercantum dalam surah Al Anbiya ayat 84 yang berbunyi,

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

Artinya: "Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami,"

Kemudian, mengutip buku Sakit Menguatkan Iman karya Ali Yafie, rasa sakit yang diderita oleh umat muslim sebenarnya ujian paling ringan yang ditimpakan oleh Allah SWT. Ujian jasmani ini dimaksudkanNya untuk menguji kesabaran dan kerelaan hambaNya dalam menerima takdir sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

"Janganlah kamu menyalahkan penyakit karena penyakit itu dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya Kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi," (HR Muslim).

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore