Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juli 2024 | 23.17 WIB

Asosiasi Museum Indonesia: Pemerintahan Baru Harus Punya Komitmen terhadap Pelestarian Seni Budaya

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana melakukan kunjungan ke Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi, Jawa Barat. (BKSAP DPR RI) - Image

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana melakukan kunjungan ke Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi, Jawa Barat. (BKSAP DPR RI)

JawaPos.com - Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana melakukan kunjungan ke Museum Prabu Siliwangi di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Kelurahan Karang Tengah, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, Putu diundang langsung oleh Pendiri Museum Prabu Siliwangi, KH. Fajar Laksana.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini mengaku membahas berbagai isu dalam pertemuan itu. Namun, pada intinya mereka ingin mewujudkan adanya payung hukum untuk melindungi segala pusaka atau warisan budaya bangsa dari para leluhur sejak zaman dahulu.

Dalam paparannya, Putu menyampaikan komitmennya untuk mengawal seni budaya dari awal. Bahkan, Putu mengatakan secara pribadi juga memiliki Museum Rudana yang berada di Bali. Kemudian, Putu juga menjelaskan tentang Sapta Karsa Permuseuman Indonesia saat didaulat menjadi keynote speach di Museum Prabu Siliwangi tersebut.

"Ketiga juga bagaimana perjuangan kita untuk mewujudkan RUU Permuseuman dan juga inisiasi tentang RUU yang berhubungan dengan Omnibus Kebudayaan. Mungkin payung hukum RUU Pemuseuman ini menjadi sangat urgent, Omnibus Kebudayaan juga sangat urgent. Karena kemajuan bangsa secara ekonomi dan kemandirian ekonomi, juga kedaulatan politik harus didukung dengan sejarah dan kebudayaan bangsa," kata Putu melalui keterangannya pada Sabtu (20/7).

Menurut dia, founding fathers dan tokoh-tokoh bangsa sudah menggaungkan komitmen agar berdikari dalam bidang ekonomi. Akan tetapi, kata dia, berdikari dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan juga harus terus dikawal.

Dia mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan mampu mengawal memori kultural bangsanya, mengawal sejarah yang begitu besar, dan luar biasa. Hal ini, lanjutnya, harus terus digaungkan secara berkesinambungan secara komprehensif.

Menurut dia, bangsa lain seperti Jepang, Tiongkok; juga bangsa-bangsa Eropa antara Perancis, Inggris dan lainnya; juga Amerika Serikat, memiliki penghargaan yang tinggi terhadap seni budaya, serta mampu menampilkan dan menarasikannya. "Sehingga menjadi destinasi pariwisata dan pendidikan yang utama dan pertama. Dan jika berkunjung ke suatu kota atau negara, tentunya museumlah yang dikunjungi pertama,” ungkapnya.

Maka dari itu, Putu sangat mengapresiasi sosok Ki Fajar Laksana sebagai prakarsa dan sebagai Founder Museum Prabu Siliwangi di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Menurut dia, Ki Fajar merupakan sosok yang sangat luar biasa, aktif, dan visioner.

"Beliau sendiri banyak mengoleksi karya warisan bangsa yang memang ditampilkan di Museum Prabu Siliwangi. Saya lihat secara langsung, bagaimana pelestarian kebudayaan Sunda itu betul-betul menjadi hidup di pondok pesantren dan Museum Prabu Siliwangi," ujarnya.

Di samping itu, Putu juga menerima gelar Ki Jaga Waruka Sakabumi dari Kyai Fajar Laksana, Pendiri Museum Prabu Siliwangi yang bermakna sosok/figur atau tokoh yang memiliki kepedulian tinggi sebagai pengawal warisan bangsa, dan pusaka luhur nusantara. Selain menerima gelar, Putu juga sangat terharu dan mengapresiasi komitmen Kyai Fajar Laksana karena mendoakan dan turut mengawal dibarisan terdepan perjuangan dan pengabdian Asosiasi Museum Indonesia (AMI).

"Kebudayaan Nusantara adalah puncak-puncak kebudayaan daerah di seluruh Indonesia, yang tentu menjadi hal patut digaungkan ke seluruh penjuru dunia dan patut dilestarikan di nusantara," ujar anggota Komisi VI DPR RI ini.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore