
ilustrasi self healing dalam pandangan Islam
JawaPos.com - Self healing menjadi sebutan yang populer baik di dunia nyata maupun di media sosial. Pengertian self healing merupakan proses penyembuhan atau pemulihan dari luka batin dan pengalaman yang memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Self healing bertujuan agar keadaan mental seseorang menjadi lebih baik. Namun jika dilihat dari media sosial, tidak jarang self healing dikaitkan dengan travelling, jalan-jalan, hingga pergi ke tempat bagus.
Makna self healing seakan makin bergeser. Trend di media sosial membuat kita jadi seringkali beranggapan bahwa memerlukan uang untuk menyembuhkan luka batin.
Padahal dalam Islam, konsep penyembuhan luka batin memiliki akar yang dalam dan mengandung nilai spiritual. Mengutip dari website Baznas, makna “healing” dalam pandangan Islam adalah dengan terus mengingat Allah SWT. Hal tersebut ada pada QS. Ar-Ra’du ayat 28:
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram."
Melalui ayat tersebut, kita dapat mengambil hikmah bahwa Allah SWT akan selalu ada bersama mereka yang mengingat-Nya. Segala macam ketakutan, kegelisahan, dan kekhawatiran akan duniawi, dapat diatasi dengan senantiasa mengingat Allah SWT.
Dilansir dari hidayatullah.com, tuntunan self healing dalam Islam dikenal dengan tazkiyatun nufus atau penyucian hati/jiwa. Tazkiyatun nufus terdiri dari dua kata, yakni tazkiyah dan nufus.
Tazkiyah berasal dari kata zakka yang memiliki arti penyucian, pembinaan, serta penumbuhan jiwa menuju kehidupan spiritual yang lebih tinggi. Sedangkan kata nufus berasal dari kata nafs (nafsu) yang dipahami sebagai organ rohani manusia yang memiliki pengaruh paling besar dalam memberi instruksi pada anggota jasmani untuk melakukan suatu tindakan.
Masih mengutip dari website Hidayatullah, Tazkiyatun nufus sebagai terapi jiwa untuk proses penyembuhan diri dapat dilakukan dengan melewati beberapa fase, antara lain:
1. Tathahhur
Tathahhur adalah proses membersihkan diri dari berbagai kotoran dan penyakit hati dengan bertaubat dan beristigfar. Rasulullah SAW bersabda:
” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR: Bukhari dan Muslim)
Proses Tathahhur juga harus disertai dengan istiqomah atau komitmen untuk meninggalkan pikiran maupun perbuatan yang tidak baik.
2. Tahaqquq

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
