Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 April 2024 | 00.02 WIB

Simak dan Pahami! Niat Puasa Sunnah Senin dan Kamis serta Keutamaan Bagi yang Menjalankan 

ILUSTRASI Puasa.

JawaPos.com - Salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW adalah puasa sunnah Senin dan Kamis.

Dikutip dari laman MUIDigital, Selasa (16/4), terdapat satu riwayat Rasulullah SAW yang menggambarkan bahwa pada dua hari ini, pintu-pintu Surga dibuka, dan seluruh dosa diampuni kecuali dosa syirik dan dosa orang yang berselisih dengan saudaranya.

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

“Pintu-pintu surga dibuka setiap Senin dan Kamis. Maka Allah mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang tidak musyrik, kecuali orang yang bermusuhan dengan saudaranya sesama Muslim (hingga keduanya saling memaafkan).” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

Tak hanya itu, dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada dua hari ini amalan-amalan manusia ‘disetorkan’ kepada Sang Pencipta. Nabi SAW bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR at-Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Dalam hadits riwayat Imam at-Tirmidzi lainnya, dengan gamblang Sayyidah Aisyah RA bercerita terkait puasanya Nabi Muhammad SAW pada dua hari tersebut. Dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَالْخَمِيسِ.

“Rasulullah SAW sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR at-Tirmidzi, an-Nasai, dan Ibnu Majah)

Dengan berbagai keutamaan yang tersurat dalam hadits-hadits Nabi di atas, alangkah indahnya jika mampu, kita berusaha untuk istiqamah melaksanakan puasa Senin dan Kamis.

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Senin Kamis

Adapun tata cara puasa sunnah Senin Kamis tidak jauh berbeda dengan puasa wajib di bulan Ramadhan. Perbedaannya hanya terletak pada niatnya saja. Jika pada puasa wajib kita harus berniat di malam hari, pada puasa sunnah lebih longgar.

Kita tidak wajib berniat sejak malam hari, kita bahkan diperbolehkan baru berniat saat siang jika memang sebelumnya, dari subuh hari itu belum makan dan minum sama sekali.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore