Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2024 | 18.20 WIB

Sholat Dhuha Bisa Membersihkan Dosa Sebanyak Buih di Lautan, Berikut Ini Penjelasan Dalilnya

Ilustrasi salat dhuha./Pexels by Abdullah Ghatasheh - Image

Ilustrasi salat dhuha./Pexels by Abdullah Ghatasheh

JawaPos.com- Sholat dhuha tergolong sebagai sholat sunnah. Apabila dilaksanakan mereka akan mendapatkan pahala, jika tidak pun bukan persoalan. Namun alangkah baiknya sholat sunnah dhuha tertib dilaksanakan. Mengapa demikian?

Untuk diketahui, sholat dhuha termasuk salah satu dari shalat sunah yang sangat dianjurkan. Sebab, shalat ini memiliki keistimewaan yang luar biasa jika umat manusia menjalankannya. Keistimewaan tersebut juga telah dijelaskan dalam Al-Quran dan beberapa hadist.

Sholat Dhuha biasanya dikerjakan ketika matahari sudah mulai naik seukuran tombak, atau kisaran jam 7 pagi, sampai tergelincirnya matahari. Minimal rakaat shalat dhuha adalah dua rakaat dan lebih utama dikerjakan sebanyak delapan rakaat

Menurut laman NU Online yang dikutip oleh JawaPos.com (12/3) beberapa hadist telah menjelaskan keistimewaan dari Shalat Dhuha, yaitu sebagai berikut:

  1. Diberikan Ampunan Dosa

Salah satu keistimewaan yang menonjol dari sholat dhuha ini adalah ampunan dosa. Bagi umat manusia yang senantiasa menjalankan ibadah sunnah ini niscaya akan diampuni dosanya sebesar buih di lautan.

Dalam hadits At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa umat manusia yang membiasakan shalat dhuha dosanya akan diampuni Allah SWT. Rasulullah bersabda sebagai berikut

  من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

  1. Bukan Golongan Orang Lalai

Mengerjakan shalat dhuha bukan golongan orang yang lalai dan lengah. Mereka yang shalat dhuha senantiasa rajin dalam mencari rahmat Tuhan. Hal ini sudah dijelaskan dalam HR Al-Baihaqi dan An-Nisa’i, yaitu sebagai berikut

من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين

Artinya “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

  1. Dhuha sebagai Sedekah

Rasulullah bersabda sebagai berikut.  

      يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي

Artinya, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma'ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat,” (HR Muslim). 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore