Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Februari 2024 | 22.33 WIB

Kisah Tan Malaka, Seorang Komunis Asal Sumbar yang Akhirnya Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional

potret seorang Tan Malaka (umsu.ac.id) - Image

potret seorang Tan Malaka (umsu.ac.id)

JawaPos.com – Bernama asli Sutan Ibrahim, Tan Malaka lahir pada tanggal 2 Juni 1897 di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Meski disebut - sebut sebagai pahlawan penuh kontroversi, pengaruhnya dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata.

Untuk menyelami kisah seorang Tan Malaka, simak penjelasan dibawah ini yang kami rangkum dari umsu.ac.id, Sabtu (24/2).

Latar Belakang Tan Malaka

Tan Malaka merupakan buah cinta dari pasangan bangsawan. Ayah diketahui bernama Rasad Caniago dan ibunya bernama Sinah Simabur.

Kedua orang tuanya yang berasal dari kalangan bangsawan, merupakan pegawai di pertanian Hindia Belanda. Hal itu membuat kehidupan mereka tidak jauh berbeda dari penduduk lainnya.

Namun, privilege inilah yang akhirnya membuat seorang Tan Malaka kecil bisa mengenyam rasanya mendapat pendidikan, berbeda dengan anak - anak pribumi biasa lainnya.

Diketahui, ia pun sempat menempuh pendidikan di sekolah guru pribumi di Bukit Tinggi, Sumbar, tepatnya pada tahun 1908-1913. Di sana, ia mendapatkan rekomendasi dari guru-gurunya untuk melanjutkan studi ke Belanda.

Perjalanan Hidup dan Perjuangan Politik Tan Malaka

Siapa sangka, dorongan dari guru - gurunya itu akhirnya meluluhkan hati seorang Tan Malaka. Ia pun berangkat ke Belanda untuk belajar di Sekolah Pendidikan Guru Pemerintah di Harlem. Saat itu, usianya masih 17 tahun.

Di sana, pengetahuannya tentang revolusi mulai muncul, terutama setelah Revolusi Rusia pada Oktober 1917. Dari sinilah ia mulai menunjukkan ketertarikannya pada pemikiran Komunisme dan Sosialisme.

Ia pun memperdalam pengetahuannya tentang ideologi tersebut dengan membaca karya-karya Karl Marx, Friedrich Engels, dan Vladimir Lenin.

Setelah menyelesaikan studinya, Tan Malaka pun kembali ke Indonesia pada tahun 1919. Tepatnya, setelah Perang Dunia I berakhir.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore