Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Februari 2024 | 14.42 WIB

10 Nama Lain dari Malam Nisfu Sya'ban Beserta Alasan Filosofis di Balik Penamaan Tersebut

Ilustrasi: beramal baik di malam nisfu sya

JawaPos.com - Bulan Sya'ban, selain dikenal sebagai bulan yang agung dan mulia, juga memiliki satu malam yang unik dan tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya, yaitu malam nisfu Sya'ban (malam pertengahan bulan Sya'ban).

Pada malam ini, Allah memberikan banyak anugerah kepada umat Nabi Muhammad yang tidak pernah diberikan kepada umat para nabi sebelumnya. Misalnya, diampuni semua dosa, diterimanya semua doa, dan pemberian lainnya.

Keagungan malam nisfu Sya'ban tentunya disebabkan oleh banyaknya pemberian dan anugerah dari Allah swt. Oleh karena itu, malam ini dikenal sebagai salah satu malam yang memiliki banyak nama, dan masing-masing dari nama-nama itu memiliki keagungan dan kemuliaan tersendiri yang bisa diraih oleh umat Islam.

Dikutip dari NU_Online, Al-Hafiz al-Muhaddits Syekh Salim as-Sanhuri dalam salah satu kitabnya menjelaskan bahwa pada malam pertengahan bulan Sya'ban terdapat sepuluh nama agung yang hanya disematkan pada malam itu, bukan yang lainnya.

Di antara nama-nama itu adalah sebagai berikut:

Pertama, malam yang diberkahi (Mubarakah). Pada malam pertengahan bulan Sya'ban, Allah memerintahkan para malaikat untuk turun pada langit dunia dan menebar kebaikan kepada manusia.

Pada malam itu, jarak antara manusia dengan para malaikat sangat dekat. Kedekatan itu menjadi keberkahan tersendiri yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad.

Selain itu, pada malam pertengahan bulan Sya'ban, keberkahan itu juga dirasakan oleh bertambahnya air Zamzam. Sebab, pada malam itu air Zamzam akan bertambah dengan tambahan yang sangat nyata dan bisa disaksikan dengan mata kepala manusia.

Kedua, malam pembagian takdir (Qismah wa at-Takdir). Pada malam ini para malaikat turun untuk membagi keberkahan dan kebaikan serta untuk menentukan takdir kepada semua manusia, mulai dari rezeki, jodoh, mulia, hina, pangkat, pernikahan, dan yang lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Atha' bin Yasar, Rasulullah saw bersabda, "إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ دُفِعَ إِلَى مَلَكِ الْمَوْتِ صَحِيْفَةً فَيُقَالُ اِقْبِضْ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَنْ فِي هَذِهِ الصَّحِيْفَةِ فَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَغْرَسَ الغُرَّاسَ وَيُنْكِحَ الْأَزْوَاجَ وَيَبْنِي الْبُنْيَانَ وَإِنَّ اسْمَهُ فِي تِلْكَ الصَّحِيْفَةِ وَهُوَ لَا يَدْرِيْ".

Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa pada malam pertengahan bulan Sya'ban Allah menetapkan beberapa keputusan yang Dia kehendaki, kemudian menyerahkan kepada para pemiliknya pada malam lailatul qadar.

Ketiga, malam penghapusan dosa (at-Takfir). Alasan di balik penamaan ini tidak lain karena pada malam tersebut Allah mengampuni semua dosa-dosa hamba-Nya yang muslim selama satu tahun, terhitung sejak malam tersebut hingga malam pertengahan bulan Sya'ban selanjutnya.

Dalam riwayat Ahmad bin Nadlar melalui jalur Sayyidina Mu'ad bin Jabar, Rasulullah bersabda, "يَطَّلِعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ اِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ".

Keempat, malam diterimanya doa (al-Ijabah). Di antara keistimewaan malam pertengahan bulan Sya'ban adalah diterimanya semua doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore