Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 November 2016 | 23.59 WIB

Pemerintah Wajib Perhatikan Nasib Perawat

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar The 1st International Nursing Scholars Congress (INSC) - Image

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar The 1st International Nursing Scholars Congress (INSC)

JawaPos.com – Pemerintah diminta memperhatikan nasib perawat. Sebab, perawat menjadi kunci utama dalam memajukan kesejahteraan bangsa. Perawat berperan penting menyukseskan program pembangunan keberlanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).



Hal itu terungkap saat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar The 1st International Nursing Scholars Congress (INSC) dengan tema: Moving Forward Through the Roles of Nurses Impacting SDGs Achievement: Strategies and Implementation.



Kongres internasional ini membahas bagaimana implementasi dan strategi perawat dalam menghadapi SDGs dengan sasaran peserta tidak hanya perawat pendidik, tetapi juga praktisi dan pembuat kebijakan.



“Diharapkan dengan adanya kongres ini mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan serta mempersiapkan perawat yang optimal untuk menghadapi SDGs, perawat adalah aset bangsa,” kata Dekan FIK UI Junaiti Sahar, Selasa (15/11).



Guru Besar Keperawatan Kesehatan Jiwa FIK UI Achir Yani S Hamid mengatakan, perawat memegang kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Pasien lebih sering bertemu dengan perawat dibandingkan dokter. Perawat memiliki waktu kerja dan bertemu lebih sering dengan pasien.



“Indonesia ada yang perlu dicapai dan ditingkatkan lagi. Perawat itu memegang peran sangat kunci. Kerja perawat 24 jam sehari 7 jam seminggu. Kemana pun ada perawat, visit dan kontak pasien dokter hanya sebentar. Kuncinya perawat menciptakan kesinambungan asuhan pada pasien,” tegas Yani.



Yani menambahkan perawat terdiri dari mayoritas tenaga profesional. Jumlahnya di dunia ada 80 presen dari tenaga kesehatan. Di Indonesia, sebanyak 60 persen tenaga kesehatan adalah perawat. “Perawat menjaga kesinambungan pada klien. Kita lihat di puskesmas, RS, tak ada tatanan kesehatan tanpa perawat. Lalu home care, perusahaan, pasti ada perawat,” tegasnya.



Yani mendorong pemerintah untuk memajukan nasib perawat dan memfasilitasi mereka lebih berada di depan. Jika tidak dimulai sekarang, kata dia, maka pesimis SDGs akan terwujud.



“Kalau tak memajukan perawat untuk memfasilitasi perawat lebih bermakna lagi maka saya tak yakin SDGs akan lebih berhasil dari Millenium Development Goals (MDGs). Perawat itu anak bangsa, aset bangsa. Perlu dukungan dan kebijakan yang mengedepankan perawat,” kata Yani. (cr1/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore