Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 17.00 WIB

Unik! Ikan Salmon Pasifik Harus Lakukan Perjalanan Ekstrem hingga Jadi Zombie ketika akan Bertelur

Ikan Salmon Pasifik saat kulitnya telah mengelupas / sumber: akun X @jellypastaa - Image

Ikan Salmon Pasifik saat kulitnya telah mengelupas / sumber: akun X @jellypastaa

JawaPos.com – Ikan salmon terkenal karena kandungan omega-3 yang bermanfaat bagi perkembangan otak, dengan setiap 100 gram daging ikan salmon mengandung 3-2,018 mg omega.

Ikan salmon juga kaya akan nutrisi lain seperti protein, kalsium, vitamin B12, dan kalium.

Oleh karena itu, banyak ibu hamil dan anak kecil disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung perkembangan otak.

Dibalik nutrisi yang dikandungnya, ikan salmon ternyata memiliki cerita perjalanan unik yang patut untuk diketahui.

Dikutip dari News Week pada Kamis (14/12), Setelah lahir di aliran air tawar, sungai dan danau, jenis ikan salmon Pasifik atau oncorhynchus spp. melakukan perjalanan ke perairan Pasifik Utara di sekitar AS dan Kanada.

Sebagai spesies anadromus, ikan salmon bermigrasi untuk reproduksi, lahir di air tawar, bermigrasi ke laut, dan kembali ke air tawar untuk berkembang biak.

Setiap tahun, jam biologis memberi tahu ikan-ikan ini bahwa sudah waktunya untuk kembali ke air tawar untuk bertelur.

Ini akan menjadi perjalanan terakhir yang mereka lakukan, karena setelah mereka bertelur, salmon akan mati.

Mereka hanya bertelur satu kali dalam hidupnya dan hanya 1 dari 2.000 ekor yang berhasil mencapai tempat bertelurnya.

Perjalanan salmon dari laut ke sungai menyebabkan perubahan ekstrem pada tubuh mereka, menguras seluruh energi untuk bertahan hidup.

Jantan mengubah rahang mereka dengan kait dan gigi tajam untuk bersaing mendapatkan pasangan.

Sementara betina menggunakan energi untuk menghasilkan telur dan berhenti makan setelah reproduksi karena kehilangan staminanya saat kembali ke laut.

Mereka tetap hidup, tetapi kulitnya akan rontok karena membusuk dan tubuh mereka mulai mati secara perlahan seperti zombie.

Proses ini dikenal sebagai semelparitas, di mana ikan mati setelah melakukan reproduksi pertama, merupakan bentuk pengorbanan tinggi dan contoh adaptasi evolusi alam.

Namun, meskipun mereka tampak seperti ‘mayat hidup,’ ikan yang membusuk ini sebenarnya memberikan manfaat besar bagi ekosistem di sekitarnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore