Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 November 2023 | 21.55 WIB

Niat dan Tata Cara Salat Gaib untuk Jenazah yang Jumlahnya Banyak, Doa bagi rakyat Palestina

Ilustrasi pelaksanaan salat gaib. - Image

Ilustrasi pelaksanaan salat gaib.

JawaPos.com – Salat gaib adalah bentuk sholat jenazah yang dilakukan oleh umat Islam tanpa hadirnya mayat atau jenazah di depan mereka.

Adanya peningkatan jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel, kemudian menyebabkan Menteri Agama Yaqut Cholil mengimbau warga Indonesia untuk menggelar salat gaib.

Himbauan untuk salat yang dilakukan sebagai bentuk doa bagi rakyat Palestina yang telah kehilangan nyawa dalam serangan oleh Israel ini berlangsung pada Minggu (5/11) pagi di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Hukum salat gaib ini sama dengan salat jenazah yang ada di tempat, yaitu fardhu kifayah, sehingga amat disarankan untuk dilakukan.

Salat gaib sebenarnya dapat dibedakan niatnya berdasarkan jenis kelamin dan kondisi yang ada pada saat itu, seperti untuk laki-laki, perempuan, tidak diketahui, ataupun untuk jumlah banyak.

Dikutip dari Kementerian Agama RI pada Senin (6/11), mengingat salat gaib yang ditujukan kepada bangsa Palestina ini bersifat banyak, berikut niat dan tata cara pelaksanaan salat yang mencakup banyak orang sekaligus.

Niat untuk Jenazah yang Jumlahnya Banyak

“Ushalli 'alâ jamî'i mautâ qaryati kadzâl ghaibînal muslimîna arba'a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma'mûman lillâhi ta'âlâ”

Artinya: “Saya salat untuk seluruh umat muslim yang jadi korban di negara ‘......’ (sebutkan Palestina) yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”

Tata Cara Pelaksanaan

  1. Membaca niat.
  2. Takbir pertama, lalu membaca surah Al-Fatihah.
  3. Takbir kedua, lalu membaca shalawat Nabi Muhammad SAW. Disunnahkan membaca shalawat Ibrahimiyah seperti berikut:

“Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā āli sayyidinā Muhammadin kama shallaita 'alā Ibrāhīma, wa 'alā āli Ibrāhīma, innaka hamīdun majīdun, wa barīk 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā āli sayyidinā Muhammadin kama baarakta 'alā Ibrāhīma, wa 'alā āli Ibrāhīma, fī al-'ālamīn”

Artinya: "Ya Allah, berilah shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Nabi Ibrahim AS, dan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim AS, dan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS, di seluruh alam semesta."

  1. Takbir ketiga, lalu mendoakan mayat yang sedang disalati dengan doa berikut:

“Allāhummaghfir lahum warhamhum, wa 'āfihim wa'fu 'anhum, wa akrim nuzulahum, wa wassi' madkhalahum, waghsilhum bilmāi wats-tsalji walbaradi, wanaqqihim minal khathāyā kamā yunaqqats tsaubu abyadlu minaddanasi, wa abdilhum dāran khairan min dārihim, wa ahlan khairan min ahlihim, wazaujan khairan min zaujihim, wa adkhilhulhum jannata wa najjihim minan nāri waa’izzuhum min ‘azabil qabri au min ‘azabi annār.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore