
Kowani melihat tantangan ibu zaman now sangat kompleks. Maka dibutuhkan kemampuan multitalenta dan multi-tasking.
JawaPos.com - Peringatan Hari Ibu yang ke-90 pada 2018 ini dinilai menjadi momen yang tepat untuk menggali kembali semangat dan makna ibu bangsa dalam kehidupan yang serba kekinian. Peran perempuan sebagai ibu bangsa sangat dibutuhkan pada lintasan binaan dan perhatiannya, bukan lagi hanya pada keluarganya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo dalam rangka peringatan Hari Ibu yang identik sebagai hari ulang tahun pergerakan perjuangan perempuan Indonesia melalui wadah Kowani sejak 1928 lalu.
"Sebagaimana sejarah telah mencatat dan telah kita ketahui bersama bahwa umur Kowani jauh lebih tua dari umur kemerdekaan Republik Indonesia, karena Kowani tumbuh dan bergerak serta berkiprah hampir bersamaan dengan Sumpah Pemuda," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (21/12).
Dia menerangkan, Presiden Soekarno bahkan memberikan apresiasi yang sangat tinggi sesuai dengan usulan Kowani pada 1938 melalui Kongres ke-III. Sehingga memandang perlu untuk mengeluarkan Keputusan Presiden 316/1959.
"Hari dan tanggal tersebut (diharap) dijadikan sebagai prasasti penting atau tonggak sejarah dalam kehidupan perjuangan negara pada umumnya dan bagi para wanita pada khususnya," kata Giwo.
Dengan demikian, 22 Desember bukan sekedar hari untuk diperingati, diingat, dirayakan secara seremonial, namun ada pesan yang ingin ditanamkan sebagai nilai yang sakral dan sarat makna, yakni jiwa dan semangat juang wanita. "Sejak 1928 Kowani telah mulai berjuang sejiwa dan selaras dengan lahirnya semangat Sumpah Pemuda," jelas dia.
Selain itu, ada keputusan penting lain yang dicetuskan di kongres tersebut, bahwa dalam usaha meningkatkan pergerakan. Perempuan Indonesia diharapkan melaksanakan kewajiban utamanya sebagai ibu bangsa, dalam arti wajib berusaha membina pertumbuhan generasi penerus yang lebih sadar akan kebangsaannya.
"Jika kita berbicara sebagai ibu bangsa maka tugas ini bisa diemban dan diperankan oleh semua wanita, baik yang menikah, melahirkan, tidak melahirkan, tidak menikah, asalkan dia berjenis kelamin wanita maka tugas sebagai Ibu Bangsa bisa diembannya," tegasnya.
Giwo menyebutkan, kriteria ibu bangsa antara lain memiliki bisa menjadi teladan, profesional, mandiri, bermartabat, kreatif, berdaya saing, visioner, berkarakter, berani, menjadi pendidik, pengasuh, pembimbing, sekaligus guru yang pertama dan utama, dan lain sebagainya.
Kendati begitu, dia menyadari bahwa tidak mudah untuk menerjemahkan ibu bangsa dalam konteks kehidupan di zaman kekinian. Terlebih lagi, di era global yang arus budayanya terus mendera urat nadi budaya bangsa Indonesia.
"Ibu bangsa zaman now memiliki tantangan yang multi-kompleks dan harus multitalenta serta multi-tasking. Perempuan zaman now harus diberdayakan dan memiliki kemampuan agar dapat menjadi mitra terpercaya sebagai pilar yang kokoh bagi negara dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dengan melahirkan generasi penerus yang selalu siap menghadapi dinamika, tantangan, dan perubahan zaman," tuturnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
