Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Desember 2018 | 19.30 WIB

Kowani: Ibu Zaman Now Harus Multitalenta dan Multi-Tasking

Kowani melihat tantangan ibu zaman now sangat kompleks. Maka dibutuhkan kemampuan multitalenta dan multi-tasking. - Image

Kowani melihat tantangan ibu zaman now sangat kompleks. Maka dibutuhkan kemampuan multitalenta dan multi-tasking.


JawaPos.com - Peringatan Hari Ibu yang ke-90 pada 2018 ini dinilai menjadi momen yang tepat untuk menggali kembali semangat dan makna ibu bangsa dalam kehidupan yang serba kekinian. Peran perempuan sebagai ibu bangsa sangat dibutuhkan pada lintasan binaan dan perhatiannya, bukan lagi hanya pada keluarganya.


Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo dalam rangka peringatan Hari Ibu yang identik sebagai hari ulang tahun pergerakan perjuangan perempuan Indonesia melalui wadah Kowani sejak 1928 lalu.


"Sebagaimana sejarah telah mencatat dan telah kita ketahui bersama bahwa umur Kowani jauh lebih tua dari umur kemerdekaan Republik Indonesia, karena Kowani tumbuh dan bergerak serta berkiprah hampir bersamaan dengan Sumpah Pemuda," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (21/12).


Dia menerangkan, Presiden Soekarno bahkan memberikan apresiasi yang sangat tinggi sesuai dengan usulan Kowani pada 1938 melalui Kongres ke-III. Sehingga memandang perlu untuk mengeluarkan Keputusan Presiden 316/1959.


"Hari dan tanggal tersebut (diharap) dijadikan sebagai prasasti penting atau tonggak sejarah dalam kehidupan perjuangan negara pada umumnya dan bagi para wanita pada khususnya," kata Giwo.


Dengan demikian, 22 Desember bukan sekedar hari untuk diperingati, diingat, dirayakan secara seremonial, namun ada pesan yang ingin ditanamkan sebagai nilai yang sakral dan sarat makna, yakni jiwa dan semangat juang wanita. "Sejak 1928 Kowani telah mulai berjuang sejiwa dan selaras dengan lahirnya semangat Sumpah Pemuda," jelas dia.


Selain itu, ada keputusan penting lain yang dicetuskan di kongres tersebut, bahwa dalam usaha meningkatkan pergerakan. Perempuan Indonesia diharapkan melaksanakan kewajiban utamanya sebagai ibu bangsa, dalam arti wajib berusaha membina pertumbuhan generasi penerus yang lebih sadar akan kebangsaannya.


"Jika kita berbicara sebagai ibu bangsa maka tugas ini bisa diemban dan diperankan oleh semua wanita, baik yang menikah, melahirkan, tidak melahirkan, tidak menikah, asalkan dia berjenis kelamin wanita maka tugas sebagai Ibu Bangsa bisa diembannya," tegasnya.


Giwo menyebutkan, kriteria ibu bangsa antara lain memiliki bisa menjadi teladan, profesional, mandiri, bermartabat, kreatif, berdaya saing, visioner, berkarakter, berani, menjadi pendidik, pengasuh, pembimbing, sekaligus guru yang pertama dan utama, dan lain sebagainya.


Kendati begitu, dia menyadari bahwa tidak mudah untuk menerjemahkan ibu bangsa dalam konteks kehidupan di zaman kekinian. Terlebih lagi, di era global yang arus budayanya terus mendera urat nadi budaya bangsa Indonesia.


"Ibu bangsa zaman now memiliki tantangan yang multi-kompleks dan harus multitalenta serta multi-tasking. Perempuan zaman now harus diberdayakan dan memiliki kemampuan agar dapat menjadi mitra terpercaya sebagai pilar yang kokoh bagi negara dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dengan melahirkan generasi penerus yang selalu siap menghadapi dinamika, tantangan, dan perubahan zaman," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore