
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Ustad Abdul Somad akhirnya memberi klarifikasi terkait kabar penolakan dirinya di Bali beberapa waktu lalu. Lewat video yang kini tersebar di YouTube, dia menjelaskan bahwa isu tersebut adalah ulah provokator.
"Muncul isu Abdul Somad ditolak oleh masyarakat Bali karena dia radikal, anti-NKRI, saya tidak percaya pada isu. Saya tidak percaya. Tidak mungkin masyarakat Bali menolak saya. Andai mereka menolak, umat Islam tidak mungkin 800 tahun sudah ada di sini. Pasti lah ini ulah-ulah provokator yang tidak benar," kata Ustad Abdul Somad dalam video tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, ustad asal Riau ini juga memastikan bahwa dirinya bukan pribadi yang anti-NKRI, seperti yang dituduhkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, dirinya adalah orang yang cinta pada Pancasila dan NKRI. Hal itu dibuktikan Somad lewat beberapa kejadian yang dilaluinya. Mulai dari saat dia melakukan tes hendak ke Mesir yang harus lulus Pancasila.
"Akhirnya terjadilah klarifikasi. Apa betul Ustad Somad anti-NKRI, kata siapa. Sebelum berangkat ke Mesir 1998, seribu anak Indonesia dites musti lulus tes Pancasila dan P4, dan saya termasuk dari 100 anak Indonesia yang lulus tes. Bukan hanya bahasa Arabnya, tapi tes Pancasila dan P4. Saya lulus," ucapnya.
"Pulang, setelah selesai kuliah saya tes jadi dosen. Di antara materi dosen adalah musti cinta pada negara kesatuan republik Indonesia. Sekarang setelah jadi ustad, saya masuk ke kampung-kampung desa tertinggal pada Februari dan Agustus saat cuti semester. Video dan fotonya masih ada, saya mengibarkan bendera bersama anak-anak desa tertinggal," imbuh Somad.
Seperti diketahui, Ustad Abdul Somad dikabarkan mendapat penolakan dari sejumlah warga Bali pada Jumat lalu. Dia saat itu hendak melakukan rangkaian safari dakwah. Penolakannya disebut-sebut karena beredar itu Ustad Somad anti-NKRI.
Sementara Kepolisian Daerah Bali membantah bahwa Ustad Abdul Somad dilarang berdakwah. Menurut pihak berwajib, insiden yang terjadi pada Ustad Abdul Somad hanya sebatas protes, tidak sampai membatalkan rangkaian safari dakwah yang dilakukannya.
"Tidak betul seperti itu. Itu hoax," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja saat dikonfirmasi, Sabtu (9/12).
Hengky menjelaskan, masyarakat Bali hanya mengantisipasi agar tempat dakwah tidak disalahgunakan oleh seseorang. Terlebih beredar isu-isu yang memang sangat sensitif, seperti masalah NKRI dan kebinekaan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
