Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Juli 2025 | 21.35 WIB

Hidup Serumah Bersama Tujuh Kucing dengan Segudang Cerita

Anabul yang selama ini dipelihara Rosa Anggreati. (Rosa Anggreati for Jawa Pos) - Image

Anabul yang selama ini dipelihara Rosa Anggreati. (Rosa Anggreati for Jawa Pos)

JawaPos.com - Bagi Rosa Anggreati, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga arena petualangan. Bagaimana tidak, ada tujuh kucing peliharaan dengan karakter-karakter unik yang hidup satu atap dengannya.

Ada Sioren (betina, 6 tahun), Abu Dream (betina, 5 tahun), Apung (jantan, 5 tahun), Henry (jantan, 2 tahun). Eits, ada juga para bocil usia 8 bulan. Sebut saja Aping (betina, anak dari Abu & Apung), Gnarpi (jantan, anak dari Sioren & Apung), dan Oren Junior (betina, anak dari Sioren & Apung).

Dengan jumlah sebanyak itu, perempuan yang akrab disapa Ocha itu tak memungkiri kadang rumah jadi arena kejar-kejaran. “Mending kalau cuma kejar-kejaran, berantem juga kadang-kadang,” katanya lantas tertawa. 

Biasanya yang jahil itu Apung. Dia suka isengin anak-anaknya. Walhasil, mereka jadi gelud sambil kejar-kejaran di rumah. “Henry, anaknya Apung, juga kelakuannya mirip bapaknya. Dia suka iseng sama adek-adeknya,” sambungnya.

Meski suka gelut, anabul-anabul (anak bulu) ini punya kebiasaan masing-masing yang suka bikin geleng-geleng kepala. Sioren, misalnya. Paling suka nimbrung kalau ada yang sedang nonton TV. Dia bakal ujug-ujug datang dan duduk manis di samping pawrentsnya. 

Oh iya, jangan berbicara gender deh sama kucing satu ini. Meski bergender betina, di antara kucing-kucing lain, dia justru paling hobi nangkepin kecoa di rumah. 

Anabul yang selama ini dipelihara Rosa Anggreati. (Rosa Anggreati for Jawa Pos)

Gemesnya lagi, bukan untuk dimanak, tapi cuma dijadiin mainan. “Dijadiin mainan sampe meninggoy (meninggal kecoanya, red). Agak barbar emang. Maklum ya, sesuai namanya “kucing oren barbar” hehe,” ungkapnya. 

Kalau Apung punya gaya yang lebih formal. Soalnya, hobinya patroli dalam rumah. Kayak satpam. Mondar-mandir, ke depan, ke belakang, repeat. 

Setelahnya, dia akan duduk di keset depan pintu ruang tamu. Pose duduknya siaga. “Aku curiga dia cita-citanya jadi Satpam BCA yang siaga membantu dan ramah,” katanya lalu tertawa. 

Sementara, sisanya cenderung kalem. Hobinya ya mager. Paling kejar-kejaran sebentar, lalu lanjut rebahan dan ngeong-ngeong minta makan. Setelah itu, tidur lagi.

Namun, ibu dua anak ini juga sempat mengalami momen menegangkan saat Abu Dream mengalami “baby blues” usai melahirkan Aping. Abu menolak menyusui bayinya kala itu.

Tak habis akal, Ocha akhirnya “memaksa” ibu-anak ini dalam satu kardus. Kemudian, ia letakkan bayinya ke badan Abu sambil dipeganginya kaki Abu agar tidak kabur. Dengan begitu, anaknya bisa nyusu. Sebab, ASI ini jadi satu-satunya makanan yang bisa dikonsumsi kitten yang baru lahir. “Alhamdulillah cara itu berhasil juga berhasil juga,” kenangnya.

Anabul yang selama ini dipelihara Rosa Anggreati. (Rosa Anggreati for Jawa Pos)

Selepas usia 3 bulan, para kitten pun mulai disapih. Pelan-pelan dikenalkan dengan dry food dan wet food

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore