
PAMER: Tiga ekor ikan koi aragoke koleksi Yogi di akuarium miliknya di Jalan Kendung Gang III, Sememi, Surabaya.
Ikan koi aragoke punya keistimewaan berbeda jika dibandingkan ikan lainnya. Bukan warna kulit yang terang atau berwarna-warni. Sisiknya yang mirip kulit naga menarik banyak kolektor untuk memilikinya.
MESKI baru empat bulan mengoleksinya, Yogi Wijayanto mengaku sudah jatuh hati pada aragoke. Muncul niat pemuda 23 tahun itu untuk membudidayakannya. Sebab, ikan asal Jepang tersebut laris di pasaran. ’’Kesannya memang sederhana, tetapi unik,” katanya saat ditemui Jawa Pos di kolam miliknya, Kamis (16/5).
Warga Jalan Kendung Gang III, Sememi, itu lantas memamerkan tiga koleksi miliknya. Ketiganya memiliki ukuran berbeda. Panjangnya 40–50 sentimeter. Usia ikan yang di akuarium plastik itu juga tak sama. Ada yang 8 bulan. Ada pula yang 9 bulan.
Dari kejauhan, ikan milik Yogi memang terlihat biasa. Bahkan tak sedikit yang menebak jika itu ikan lele. ’’Saat mendekat, baru tahu keunikannya. Bahkan, ada yang langsung membelinya,” ungkap Yogi, lantas tertawa.
Dalam seminggu terakhir, dia mengaku baru saja menjual tiga ekor aragoke. Jenis ikan koi itu laku dengan harga beragam. Ada yang dibanderol Rp 350 ribu dan ada pula yang Rp 750 ribu.
PAMER: Dua ekor ikan koi aragoke koleksi Yogi di akuarium miliknya di Jalan Kendung Gang III, Sememi, Surabaya.
Harga ikan yang juga sering disebut sisik naga atau sisik gajah itu bisa tembus jutaan rupiah. Penentuan harga bergantung beberapa hal. Selain ukuran dan postur, keunikan sisik menjadi acuan.
Semisal ikan milik Yogi. Sisik ikan yang mirip kulit naga cukup rapat memenuhi tubuh ikan. Warnanya sedikit keemasan. Terlihat jelas batas-batas sisik yang menutup di seluruh bagian tubuh. ’’Sisiknya tidak kasar. Kalau dipegang, tak sampai melukai tangan,” kata Yogi.
Secara perawatan, lanjut penggemar ikan koi tersebut, tidak berbeda dibandingkan ikan lainnya. Makanannya pun sama. Hanya, Yogi berpesan agar pemilik aragoke tak sering-sering memegang sisik ikan. Tujuannya, sisik tak rusak. ’’Memang rentan mengelupas. Maka, harus hati-hati memegangnya,” jelas Yogi.
Untuk perawatannya, ikan bisa dimasukkan ke akuarium di segala model. Namun, Yogi berpesan agar pemilik ikan rutin mengganti airnya. Tujuannya, menjaga kebersihan sisik ikan.
KOLEKSI BARU: Yogi menunjukkan akuarium miliknya dipenuhi ikan aragoke. Saat ini aragoke menjadi salah satu incara kolektor ikan hias.
Selain itu, keistimewaan ikan aragoke akan sulit terlihat dalam kondisi air keruh. Itu mungkin disebabkan warnanya yang cenderung hitam kecokelat-cokelatan. Tidak seperti koi lainnya yang cenderung gemerlapan.
Yogi mengakui bahwa koi aragoke dulunya memang tak populer. Harganya pun murah. Orang tak tertarik untuk memilikinya karena warnanya yang cenderung gelap. Namun, seiring banyaknya kompetisi, sisik naga mulai dibeli untuk dikoleksi. Harganya pun terus melambung. ’’Kalau lokalan seperti punya saya, paling mentok jutaan rupiah. Yang puluhan juta rupiah itu aragoke impor,” pungkas Yogi. (hen/c12/cak)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
