Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 20.23 WIB

Lebih Dekat dengan Citantyaning Kirana, Dokter Hewan Spesialis Ikan yang Pernah Tangani Patah Tulang Arwana sampai Tumor Koi

AHLI: Citantyaning Kirana. satu dari sedikit dokter hewan yang spesialisasi ikan. Dia mengoperasi tumor pada koi dan mata ikan parrot. - Image

AHLI: Citantyaning Kirana. satu dari sedikit dokter hewan yang spesialisasi ikan. Dia mengoperasi tumor pada koi dan mata ikan parrot.

Hingga saat ini, nyatanya, tidak banyak dokter hewan yang menekuni spesialisasi ikan. Hal itulah yang membuat Citantyaning Kirana tak pernah sepi ”pasien”. Dia berharap, dengan dedikasinya itu, fish owner jadi lebih tahu harus dibawa ke mana ikannya yang sedang sakit.

---

’’SERIUS nanya, untuk biayanya berapa ya? Kalau lebih mahal (dari harga ikannya) mendingan digoreng aja terus beli lagi,’’ seloroh salah satu warganet di kolom komentar pada unggahan Instagram dokter yang akrab disapa Citan itu baru-baru ini.

Unggahan di akun @dokter.ikan.indonesia itu memang sempat viral. Saat itu dia mengunggah proses operasi pengangkatan tumor pada seekor ikan koi. Hingga saat ini, postingan itu telah diputar 5 juta kali dan mendapat lebih dari 3 ribu komentar.

Citan mengaku sedih ketika menjumpai komentar-komentar seperti itu. Namun, dia juga memahami bahwa hal itu dipicu minimnya dokter hewan yang menekuni spesialisasi ikan dalam studinya.

Kepada Jawa Pos, Citan mengaku mencintai dunia ikan sejak kecil. Hal itu berawal dari kegemaran sang ayah yang memelihara sejumlah ikan. ’’Sebagai penghobi, saya suka suara gemercik air sambil melihat ikan berenang. Stress release,’’ kenangnya.

Berawal dari situ, Citan melihat sesuatu yang spesial dari dunia ikan. Sebagai dokter hewan, dia menyimpan rasa penasaran yang tinggi pada ikan. ’’Akhirnya menjadikan itu sebagai profesi,’’ jelas dokter 30 tahun tersebut Kamis (30/11).

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu menceritakan, sejak menekuni profesi dokter ikan tiga tahun belakangan, berbagai kasus penyakit telah ditanganinya. Salah satu yang paling sulit ditangani adalah patah tulang. Ya benar, ikan juga bisa patah tulang.

Hal itu bisa dipicu beberapa hal. Salah satunya karena kaget. ’’Ikan koi dan arwana itu gampang kaget. Koi kalau kaget gerakannya tiba-tiba (agresif) dan terbentur ke dinding kolam. Kalau arwana, pas kaget bisa loncat dan menabrak atap akuarium,’’ imbuhnya.

Sama seperti manusia, rasa kaget pada ikan salah satunya dipicu suara yang tiba-tiba muncul. Misalnya, suara petir.

Dari kasus-kasus yang ditangani, probabilitas kesembuhan ikan juga bervariasi. Ikan yang tidak mampu bertahan biasanya karena sifatnya yang sangat sensitif.

’’Parameter air berubah saja mereka bisa sakit. Apalagi kalau habis dioperasi. Imun tubuh bisa turun. Sebaliknya, kalau imunnya kuat, ikan bisa bertahan,’’ tambah perempuan yang berulang tahun setiap 31 Oktober itu.

Pascaoperasi, ikan memerlukan perhatian ekstra. Perilaku ikan harus terus dipantau. Pemberian obat melalui injeksi dan vitamin juga diperlukan. Yang penting ikan harus dijaga agar tidak terkena infeksi.

Untuk mengantisipasi agar ikan tak terjangkiti penyakit parah, Citan menyebut ada berbagai hal yang bisa dilakukan. Salah satunya menjaga asupan pakan agar nutrisinya tercukupi dan tidak berlebihan.

Dia mencontohkan kasus tumor yang sering ditemui pada ikan koi. ’’Yang paling sering terjangkit tumor itu ikan koi. Kenapa? Karena badannya bulky (montok). Padahal (postur) badan seperti itulah yang diinginkan owner. Nah, akhirnya oleh owner diberi pakan terlalu banyak, lalu tubuh ikan tidak kuat menoleransi,’’ tutur dia. Citan menekankan, operasi adalah satu-satunya jalan untuk memberikan harapan hidup pada ikan yang menderita tumor.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore