
Perawatan: Aktivitas rutin yang dilakukan Edwin untuk melatih keaktifan ikan dengan cermin. Mental dan keberanian ikan juga menjadi salah satu penilaian kontes. (Robertus Risky/Jawa Pos)
SEPULANG sekolah, Rizal Hamzah tak lantas melepas seragamnya. Bocah kelas IV SD tersebut malah bergegas ke kamarnya. Menuju pinggiran jendela, tempat tiga botol kaca bekas minuman berdiri berderet. Di sanalah tiga betta, ikan kesayangannya, berada.
Di sela-sela botol disisipi kertas bekas kalender. Rizal lalu membuka salah satu kertas penyekat botol itu. Begitu ikan mungil yang lebih populer disebut cupang tersebut bertemu pandang, terbukalah cuping insangnya.
Tak berapa lama setelah itu, terdengar suara panggilan dari luar rumah. ”Zaal…Rizal..!” Rizal langsung menyahut botol yang berada di tengah. Botol yang berisi cupang paling agresif. Sebelum menemui temannya, Rizal mampir ke dapur, mengambil baskom milik ibunya.
Di antara tiga teman yang datang, salah satunya sudah menenteng botol yang berisi cupang jagoannya. Tanpa ba-bi-bu lagi, Rizal memindahkan cupangnya ke dalam baskom. Duel dimulai. Aturannya gampang. Cupang yang paling cepat melarikan diri setelah berduel yang kalah.
Dua puluh lima tahun berlalu, Rizal kini sudah memiliki anak seumuran siswa kelas IV SD. Dia berencana mengajari sang putra memiliki rasa tanggung jawab dengan membelikannya hewan peliharaan.
Photo
MAKIN BERAGAM: Beberapa koleksi ikan milik Edwin, Giant White Mask (kiri) dan Giant Multicolor (kanan) yang banyak diminati pasar dalam negeri maupun ekspor. (Robertus Risky/Jawa Pos)
Tren terus bergerak. Lahir makin banyak cupang dengan warna kombinasi hasil persilangan antara jenis ikan lokal maupun dari negara lain. Seperti Thailand, Filipina, Malaysia, hingga Vietnam. Dua tahun terakhir, yang banyak dicari adalah gordon dan blue rim. Jenis gordon memiliki warna khas metalik yang berkilau. Sementara itu, blue rim memiliki warna solid putih dengan kombinasi biru di sepanjang tepi siripnya.
Mudahnya perawatan betta, bahkan untuk kalangan anak-anak, membuat makin banyak orang yang berminat membudidayakan dan menjadikannya bisnis serius. Edwin sudah memulainya pada 2011. Awalnya, dia hanya memelihara. Kemudian mulai belajar cara budi daya. Hingga belajar menjadikannya komoditas ekspor yang menggiurkan. Edwin membanderol ikannya Rp 100 ribu–Rp 1,5 juta. ”Pernah juga menjual hingga Rp 4 juta,” katanya. Keragaman warna turut memperluas pangsa pasar betta hingga mancanegara. Mulai Asia, Amerika, hingga Timur Tengah.
Sukses mengembangkan berbagai jenis cupang unggulan, Edwin pun dipercaya sebagai juri di berbagai kontes. ”Motif atau pattern, kesempurnaan postur ikan (mencakup ekor, sirip, dasi, sampai mental beraninya, Red) juga masuk dalam kategori penilaian,” ujar Edwin.
---
TENTANG BETTA FISH
Nama Latin: Betta splendens
Nama lokal: Cupang, ikan tarung atau aduan
Jenis betta fish: Plakat, giant, halfmoon, double tail
---
Tren Corak Betta Fish dari Tahun ke Tahun
Sebelum Periode 2014

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
