alexametrics

Aquascape, Berkebun di Dalam Air yang Membutuhkan Cita dan Rasa

22 November 2020, 19:07:20 WIB

Aquascape menjadi hobi baru ngehit selama pandemi Covid-19. Seni menghias akuarium itu membutuhkan kreativitas dan pengetahuan yang memadai dalam pemilihan komponen isi akuarium agar indah sekaligus tidak membahayakan ikan. Yang membuat para scaper (penghobi aquascape) semakin antusias adalah saat ini banyak kontes untuk mengapresiasi hasil karya mereka.

PRINSIP utama dalam aquascape adalah seni berkebun di dalam air. Atau membentuk ekosistem air tawar di dalam akuarium atau tank. Elemen yang bisa digunakan banyak sekali. Sebut saja hardscape. Yakni, bebatuan dan kayu-kayuan. Kemudian, elemen flora, yakni tumbuhan air dan tanaman semi air. Ada pula elemen penyinaran yang menggunakan lampu khusus. Dan, yang tak kalah penting adalah pemilihan hewan air yang akan ikut mempercantik tank. Misalnya, ikan-ikan dari spesies tertentu dan beberapa moluska seperti keong.

David S., salah seorang scaper asal Jogjakarta, memaparkan, memadukan semua elemen tersebut menjadi sebuah harmoni di dalam akuarium adalah poin terpenting dalam aquascape. ”Itu juga yang bikin nagih. Makanya, aquascape masih banyak peminatnya,” katanya saat ditemui di live Aquascape Set-up and Exhibition di Ciputra World awal November lalu.

Saat itu, David bersama teman-temannya yang tergabung dalam Paguyuban Aquascape Yogyakarta (PAY) tengah mengikuti kompetisi merancang aquascape secara langsung. Dalam perlombaan itu, David bersama sejawat dari PAY membangun dua akuarium.

Satu dibuat dengan tema natural. Lalu, satu akuarium lainnya di-setting dengan tema iwagumi. Dari namanya saja, tema tersebut memang berasal dari Jepang yang artinya ”formasi batu”. Aliran tersebut biasanya berfokus pada penataan landscape bebatuan dan sedikit saja tumbuhan. ”Ini tumbuhannya ada lima jenis. Sisanya ditambah bebatuan dan kayu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, jenis tumbuhan yang digunakan, di antaranya, lumut moss ricardia, flame moss, rotala hra, dan mayaka.

Untuk batu, dia menggunakan sandstone yang telah dirangkai dan disusun. Dengan begitu, ketika aquascape itu selesai dibuat, bentuknya menyerupai sebuah palung. Kemudian, untuk kayu, dia menggunakan kayu rasamala. Nah, kayu itu termasuk salah satu komponen yang sering dipakai scaper. Selain harganya ramah di kantong, kayu rasamala tidak menimbulkan perubahan warna dan tidak membahayakan habitat lain dalam aquascape ketika mengering. ”Model kayunya juga unik. Bisa di-setting sesuai keinginan,” ujar pria 20 tahun itu.

Tema natural mengadopsi kondisi alam terestrial landscape yang berbukit, berbentuk pegunungan, tebing, dan lembah. Dengan tetap memperhatikan keseimbangan yang harmonis pada elemen-elemen pendukungnya.

David mengatakan, tema natural sudah lama dia pelajari. Bahkan, kali pertama membangun aquascpae, tema naturallah yang menjadi pilihan. ”Dari situ pengin coba tema yang lain,” katanya.

Bagi yang ingin bermain aquascape, ada beberapa alat yang wajib dimiliki. Misalnya, pinset, gunting biasa atau pemangkas ranting, silet, palu, dan lain-lain. Bagi pemula, David menyarankan untuk menggunakan ukuran akuarium 30x25x27 sentimeter. Filter dapat menggunakan yang standar di pasaran serta dapat juga menggunakan filter gantung.

Lampu pun menjadi komponen yang penting dalam seni aquascape. Sebab, adanya lampu tersebut dapat membantu proses fotosintesis pada tanaman. Dengan demikian, untuk awal cukup menggunakan lampu dengan daya 24 watt. ”Intinya, pilih tanaman yang mudah dirawat dan rendah nutrisi. Itu untuk awalan. Selanjutnya, sesuai rasa,” paparnya.

Untuk menyempurnakan ekosistem air itu, ada banyak jenis ikan dan hewan laut yang dapat dipilih. Menurut scaper asal Surabaya Irsyad, ikan-ikan tersebut, di antaranya, angelfish. Kehadiran ikan berpenampilan elok itu akan mencuri perhatian siapa pun yang melihatnya. ”Selain itu, ada gupi, neon tetra, udang hias red cherry, chili rasbora, discus, dan banyak lainnya,” jelasnya.

Ukurannya yang kecil dan memiliki corak warna terang menjadikan ikan-ikan itu cocok untuk aquascape. Apalagi, ikan-ikan mungil tersebut memiliki kebiasaan yang bergerak berombongan dalam kelompok sehingga ideal untuk dipelihara dalam aquascape.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c13/cak



Close Ads