alexametrics

Si Gupi, Ikan yang Jago Menari

15 November 2020, 18:29:20 WIB

Popularitas si mungil ini tak pernah redup di kalangan penghobi ikan hias. Dulu pada era 1990-an, orang-orang menjulukinya agak sembarangan dengan nama ikan ipit-ipit. Sebutan yang merunut pada bentuk tubuhnya yang mini dan tarian rumbai ekornya yang lentik. Sama dengan ikan-ikan hias lainnya, perkembangan varian gupi seakan tak pernah mati.

POECILIA reticulata sering dilabeli ikan cendolan, ikan receh, ikan seribuan, atau nama-nama murahan lainnya. Namun, ketika orang semakin memahami keberadaannya dari masa ke masa, semakin mudah pula mereka jatuh hati pada gupi. Ikan itu sangat pas dipelihara bagi para pemula. Sangat mudah dirawat, tidak rewel, tetapi kecantikannya boleh diadu.

”Dulu sempat meremehkan ya. Tapi, akhirnya jatuh cinta juga,” aku Musthofa Kamal Fashah, seorang penghobi gupi asal Gresik yang ditemui Jawa Pos saat mengikuti pameran ikan hias di Ciputra World, pekan lalu. Sama dengan banyak orang awam lainnya, Musthofa pernah menganggap gupi tak lebih seperti ikan cetol atau gatul yang banyak hidup di got. Namun, begitu menyaksikan sendiri varian-varian gupi yang begitu elok, pikirannya berubah.

Kesan pertama yang membekas dalam benaknya hingga akhirnya memutuskan untuk merawat gupi adalah perpaduan kontras antara tubuh mungil dan bentuk ekor yang besar. Saat berenang, gerakan tubuhnya seakan-akan menari. Selain itu, corak warna tubuh dan ekor sangat bervariasi. Semakin banyak kombinasi warna pada satu jenis gupi, semakin cantik pula penampilan ikan tersebut.

”Apalagi, mereka (ikan gupi, Red) cepat kembang biaknya,” tutur anggota komunitas Kedaton Guppy Gresik (KGG) itu. Satu sisi unik dari ikan yang mendapatkan namanya dari sang ilmuwan penemunya, Robert John Lechmere Guppy itu, berkembang biak dengan cara beranak. Tidak bertelur alias live-bearer.

Menurut Musthofa, kebanyakan penghobi gupi memelihara ikan kesayangannya mulai dari anakan. Sebab, usia gupi tergolong pendek. Rata-rata tidak lebih dari 3 tahun. Meskipun, ada juga yang memelihara hingga usia 5 tahun.

Karena merupakan ikan koloni, gupi lebih cantik ketika hidup di akuarium dalam jumlah banyak. Bahkan, ikan itu kerap dipadukan dengan banyak jenis ikan atau udang hias lain dalam aquascape. Di antaranya, udang red carry, blue diamond, glofish, dan neon tetra.

Nah, meski gupi termasuk ikan koloni, perlu diperhatikan juga kapasitas tank atau akuarium. Menurut Musthofa, ukuran tank standar untuk maksimal 10 ekor gupi itu adalah 30 x 40 x 25 sentimeter. Jika ingin muat lebih banyak ikan, ukuran tank wajib disesuaikan.

Istilah ikan cendolan, diterjemahkan Musthofa dengan lebih ”beradab”. Dia menyebut gupi sebagai ”ikan yang menganut ekonomi kerakyatan”.

Bukan hanya harganya yang relatif murah, perputaran ekonomi di kalangan peternak gupi terbilang cepat. Sebab, sesama peternak sering bertukar koleksi atau saling membeli bahan indukan. Dengan demikian, kata dia, peternak yang ingin memiliki grade bagus bisa mudah mendapatkan indukan yang bagus pula dari peternak lain sehingga terus bermunculan jenis-jenis gupi baru yang berkualitas.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c12/cak



Close Ads