
PERHATIAN EKSTRA: Untuk cemara perdu yang dirawatnya, Alodia Angdrijono menggunakan metan dasaryang terdiri atas campuran pasir malang, kompos, dan sekam. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Pohon cemara kerap dijadikan tanaman peneduh. Ingin merawat cemara, tetapi bukan yang tinggi menjulang? Pilih cemara perdu yang bisa tumbuh baik tanpa harus dibonsai. Di luar ruangan oke, di dalam rumah pun tak masalah.
---
BAGI penyuka bonsai, cemara dikenal sebagai pohon yang relatif mudah dibentuk dan dirawat. Nah, buat pekebun pemula, tanaman berdaun jarum yang lekat dengan pohon Natal itu pun layak dilirik. Alodia Angdrijono menyarankan cemara jenis perdu. Tingginya maksimal hanya 2 meter.
”Karena tumbuhnya nggak sampai tinggi sekali, bisa ditanam di dalam pot. Secara umum, perawatannya sama dengan tanaman hias daun,” ungkapnya. Pemilik Kebun Manyarang itu menceritakan, cemara perdu relatif tahan cuaca. Bisa bertahan dalam kondisi panas maupun berangin. Namun, pertumbuhannya lebih baik jika mendapat naungan.
Menurut dia, kunci pertumbuhan cemara perdu ada pada media tanam yang baik. Media tanam (metan) yang dipilih harus mampu menyimpan air, tetapi tetap padat. Dia menyarankan, metan dasar yang digunakan terdiri atas campuran pasir malang, kompos, dan sekam.
Dia menyarankan pemakaian sekam bakar yang lebih steril. Juga, punya kandungan zinc yang baik bagi tanaman. Sekam basah tetap boleh digunakan selama tidak berjamur dan bersih dari hama. Bila ingin metan yang lebih komplet, pupuk kandang dan cocopeat siap pakai bisa ditambahkan. ”Secara umum, fungsi sekam dan cocopeat hampir sama, untuk mengikat air di media tanam tanpa bikin tergenang,” lanjutnya.
Alumnus Universitas Kristen Petra, Surabaya, itu menilai bahwa akar cemara memang perlu mendapat perhatian ekstra. Sebab, penampilan tanaman amat bergantung kesehatan akar. Dia menyarankan pemilik cemara agar mengecek metan secara berkala, satu–dua kali sebulan. Jika ditemukan jamur atau hama, obat –berupa fungisida atau pestisida– perlu diberikan.
Photo
Beberapa koleksi, antara cemara intan, cemara embun, cemara perak biru, dan cemara golden. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Untuk mendukung pertumbuhan, pemupukan juga perlu dilakukan. Idealnya tiap bulan. Dia menjelaskan, pilihan pupuknya tidak muluk-muluk. ”Pupuk dasar NPK atau tambahan pupuk kandang sudah cukup. Pemberiannya juga cukup sebulan sekali,” ucapnya. Bila diberikan pupuk yang terlalu ”kuat”, tanaman justru lekas stres dan mudah menguning.
Lantaran bentuknya yang mungil, pruning tak butuh dilakukan. Pemangkasan hanya dilakukan jika ada daun yang kekuningan atau kering. Arsitek muda itu menjelaskan, cemara perdu melambangkan ketenangan dan kesejahteraan. ”Karena bentuknya mirip pohon, jadi seperti memindahkan alam, kayak pegunungan di dalam rumah,” ungkap Alodia.
Cemara perdu juga memiliki tampilan berbeda ketimbang tanaman hias daun lainnya. Daunnya serupa jarum dengan beberapa jenis yang memiliki warna kebiruan. ”Ada juga jenis cemara intan. Ciri khasnya, ada beberapa tunas yang berwarna pucat yang nggak akan berubah meski sudah besar,” lanjut Alodia.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
