Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Maret 2021 | 01.18 WIB

Ketika Woody Woodpecker Jadi Pelatih ”Tembakan” Suara

PEMATUK POHON: Pelatuk bawang memiliki ciri tembakan rapat. Cocok untuk melatih murai batu. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

PEMATUK POHON: Pelatuk bawang memiliki ciri tembakan rapat. Cocok untuk melatih murai batu. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

Siapa yang tak kenal Woody Woodpecker? Karakter dalam film animasi produksi Walter Lantz itu dikenal sebagai burung pelatuk usil. Tawanya juga bikin orang sebel. Tapi, di dunia nyata, khususnya kicau mania, ”tawa” si pelatuk itulah yang dicari. Jadi masteran.

---

LIDAHNYA menjulur panjang. Menggapai jangkrik yang dijumput tangan Ridho Chambali. Lidah berwarna pink dengan ujung putih itu bergerak cepat menempel jangkrik. Slepp... Jangkrik langsung dikulum, masuk ke paruh lancipnya.

Ya, juluran lidah tersebut tak berasal dari reptil semacam kadal, biawak, atau ular. Tapi pelatuk bawang. Burung pelatuk yang karakternya mirip Woody Woodpecker. Burung peliharan Ridho ditempatkan disangkar besi. Dengan tangkringan kayu mangga sebesar lengan bocah. ”Kayu ini untuk mengasah paruhnya,” kata Ridho.

Seolah tahu sang tuan sedang mengenalkan kebiasannya, pelatuk berusia tujuh bulan itu mematuki kayu dengan gerakan cepat. Berulang-ulang.

Sempalan cabang kayu sengaja ditempatkan di dalam sangkar untuk menyesuaikan tabiat burung bernama latin Dinopium javanense tersebut. Ia memang sering mematuki kayu di pohon-pohon. Untuk mencari makanan hingga membuat sarang.

Bahkan, sehari, pelatuk bisa mematuki pohon sampai 12 ribu kali. Bukti si pelatuk hobi mematuk tampak dari dua bilah kayu yang dipasang diagonal dalam sarang. Di beberapa sudut, tampak bopeng. Berceruk. Semua merupakan hasil karya si pelatuk bawang milik Ridho.

Tak hanya unik soal tingkah laku, burung yang jadi fauna identitas Kabupaten Banjarnegara itu juga punya ciri khas kicauan. Yang meski hanya senada, mampu memikat para kicau mania. Terutama, dalam hal speed tembakan. Rapat tanpa jeda. ”Suara pelatuk bawang bikin telinga pedes, utamanya saat nembak panjang,” kata lelaki kelahiran Surabaya, 7 November 1981, itu.

Pedas karena bisa bikin telinga sakit jika mendengarkannya terlalu dekat saat si pelatuk ngoceh. Tapi, karena bikin ”pedes” itulah, banyak kicau mania yang justru jatuh hati. Lalu, menjadikan pelatuk bawang salah satu koleksi masteran untuk burung. Khususnya bagi penghobi yang membutuhkan tembakan dengan speed rapat.

Bagi sebagian penghobi, pelatuk bawang dipilih jika mereka tidak punya cililin. Burung predator tersebut memang sering dipakai masteran oleh banyak penghobi burung fighter. Cililin, bagi penghobi murai batu, wajib dimiliki. ”Tapi, yang menjadi kendala sebagian pemain burung, harga cililin lumayan tinggi,” jelasnya.

Terutama untuk sekadar jadi burung masteran, bukan utama. Mereka yang kurang bujet biasanya akan memilih pelatuk bawang. Yang harganya kisaran Rp 500 ribu per ekor untuk anakan dan sudah doyan voer. Sementara itu, untuk cililin bahan harganya Rp 1 juta per ekor.

Di Indonesia, banyak jenis pelatuk. Ada sekitar 23 jenis. Semuanya memiliki karakter suara nembak. Tapi, untuk panjang suara, pelatuk biasanya lebih unggul. ”Biasanya, tembakannya bisa sampai satu menit,” jelasnya.

Baca Juga: Gara-gara Mengerem Mendadak, Dokter Reza Dianiaya Empat Mahasiswa

Perawatan pelatuk bawang juga gampang. Pakannya hanya voer dan jangkrik. Sementara itu, ekstra fooding-nya bisa diberikan ulat hongkong atau kroto. ”Makanya, untuk pelatuk, sebaiknya beli anakan agar lebih jinak dan mudah berbunyi,” tutur bapak dua anak tersebut.

Tak perlu khawatir tertipu jika membelinya meski masih anakan. Burung pelatuk anakan sudah bisa dibedakan jenis kelaminya. Pelatuk bawang jantan warna merah menyala. Dan, si betina berjambul hitam, dengan totol-totol putih.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/LdSIrsKKqXw

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore