
MIKROIKLIM: Sarah Adipayanti menjelaskan cara berkebun dengan teknik herb spiral ketika dijumpai di Kebun Kumara, kawasan Situ Gintung, Tangsel, Kamis (3/12). (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
Berkebun sering terkendala keterbatasan lahan. Padahal, tanaman yang ingin ditanam beraneka macam. Komunitas Kebun Kumara berupaya mengatasinya dengan teknik herb spiral.
---
KEBUN Kumara di Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten, ini berdiri sejak 2016. Kumara dapat diartikan anak atau generasi muda. Educational Program and Children Learning Manager Kebun Kumara Sarah Adipayanti menyebut Kebun Kumara sebagai kebun belajar. ’’Mendekatkan masyarakat kota dengan gaya hidup lestari melalui edukasi, gardening workshop, composing, dan lain-lain,’’ katanya pada Jumat (27/11).
Selain menanam berbagai jenis tumbuhan, mereka menyediakan bibit serta media tanam. Perempuan yang akrab disapa Ara itu menceritakan bahwa biasanya banyak kelompok atau komunitas yang datang ke Kebun Kumara. Namun, di tengah masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, mereka membatasi kunjungan dan program edukasi on the spot. Sebagai gantinya, mereka mengadakan sejumlah workshop virtual serta berbagi video tutorial berkebun. Salah satunya adalah berkebun dengan teknik herb spiral. Sesuai dengan namanya, teknik herb spiral membuat lahan tanam sedemikian rupa seperti spiral.
’’Inspirasinya dari keluwing (kaki seribu, Red),’’ jelasnya. Sebagaimana diketahui, tubuh kaki seribu akan langsung melingkar seperti spiral ketika disentuh.
Teknik herb spiral dimulai dengan menyusun bata membentuk spiral. Pada sisi tengah yang membentuk lingkaran, tumpukan batanya kian tinggi. Lalu, di bagian tengahnya dipasang paralon setinggi sekitar 1 meter. Tinggi paralon ini dapat disesuaikan dengan ketinggian media tanam herb spiral.
Photo
BERAGAM JENIS TANAMAN: Tarragon dan rosemary yang tidak membutuhkan banyak air ditempatkan di bagian atas susunan herb spiral. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
Paralon yang ditempatkan di tengah-tengah itu lantas dilubangi. Tujuannya, menjadi jalan air. Paralon atau tower tersebut digunakan sebagai lumbung pupuk bagi tanaman. Bagian dalamnya diberi cacing dan sisa-sisa makanan. ’’Cacing tidak suka pedas. Tidak boleh ada sitrus atau jeruk,’’ tuturnya.
Sampah yang dimasukkan ke tabung paralon tersebut, antara lain, sisa buah-buahan. Cacing itu kemudian mengurai bahan-bahan di dalam paralon. Setelah itu, hasil penguraian tadi menjadi sumber nutrisi dan menyuburkan tanah di sekitarnya.
Setelah bata tertata menyerupai spiral dan semakin ke tengah semakin tinggi, media tanam baru dimasukkan. Sebelumnya, di bagian bawah diberi beberapa ranting yang bisa terurai sendiri dan menjadi bahan nutrisi tanaman.
Dalam pembuatan pertama, tanah yang sudah tertata rapi ternyata sempat longsor atau turun karena terguyur air hujan. Ara mengungkapkan bahwa ternyata ada yang kurang tepat dalam pemilihan bahan dasar di bagian bawah tanah tersebut. Akhirnya, mereka menggunakan dahan atau kayu yang pas sehingga tanah bisa awet tidak tergerus air hujan.
’’Teknik spiral itu memainkan mikroiklim,’’ ujarnya. Air mengalir dari atas ke bawah. Jadi, tanah di bagian atas cenderung cepat kering. Karena itulah, bagian atas cocok ditempati tanaman-tanaman yang tidak membutuhkan banyak air.
Sementara itu, pada bagian bawah, air cenderung terkumpul. Tanah pun lebih lembap. Karena itulah, ditempatkan jenis tanaman lain yang cocok. Untuk menjaga kelembapan, Ara menjelaskan bahwa tanah sebagai media tanam juga ditutupi dedaunan. Ara mencontohkan, di bagian atas dirinya menanam tarragon dan rosemary. Kemudian, yang bawah ditanami serai dan oregano. Nah, pada sisi tengah, dia menanam daun bawang, kemangi, basil, dan stevia.
Ara menyatakan, bagian bawah tidak perlu digali. Daun di bagian dasar herb spiral untuk menutupi tanah atau media tanam juga memiliki fungsi ganda. Tidak hanya bisa menjaga kelembaban, tetapi juga mencegah erosi. Sebab, dengan adanya daun tersebut, tidak terlalu banyak air hujan yang masuk ke tanah dan berpotensi memicu erosi. Dengan lahan sekitar 1,5 x 1 meter persegi, kita sudah bisa menanam beragam jenis tanaman.
Photo
BERAGAM JENIS TANAMAN: Tarragon dan rosemary yang tidak membutuhkan banyak air ditempatkan di bagian atas susunan herb spiral. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
TIP BERKEBUN DENGAN HERB SPIRAL

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
