
WARNA-WARNI: Cichlid, ikan hias asal Benua Afrika, mempunyai warna cerah dan bervariasi. Digemari para penghobi ikan hias karena tubuhnya memancarkan sinar dalam kegelapan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
Bagi penghobi ikan hias, nama cichlid sudah tidak terlalu asing. Tetapi untuk masyarakat kebanyakan, ikan ini belum sepopuler cupang, koi, atau arwana. Mengeja namanya saja belum tentu benar. Beberapa tahun belakangan, peminat ikan asli perairan tawar Afrika ini sangat ramai.
---
Berdasar garis keturunannya, cichlid (baca: siklid) masuk dalam famili Cichlidae. Nah, beberapa sumber menyatakan bahwa cichlid memiliki sekitar 2.000 spesies. Banyak kan?
Meski jenisnya ribuan, setiap varian punya corak warna yang khas. Bahkan, perbedaannya bisa sangat kontras antara satu jenis dan lainnya.
Saat ini cichlid menjadi salah satu ikan hias air tawar paling populer di dunia penghobi. Menurut salah seorang pencinta cichlid asal Surabaya, Adi Prasetyo, ikan itu memiliki daya tarik tersendiri. Terlebih pada bentuk tubuh ikan dewasanya yang proporsional. Tidak terlalu kecil, tetapi juga tidak terlalu besar. Ragam corak warna dan motif pada tubuhnya menjadi pesona tersendiri.
”Nggak tahu ya, saya kok cinta banget sama ikan ini. Padahal, sebelumnya saya juga pelihara ikan (hias yang lain, Red),” kata pria yang memelihara cichlid sejak 2019 tersebut. Bisa dibilang, Adi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat cichlid di akuarium temannya.
Setahunan lalu, Adi mengunjungi rumah salah seorang rekannya. Di sanalah perjumpaan dia dengan cichlid kali pertama terjadi. Adi langsung betah berlama-lama memandangi ikan berwarna-warni dengan berbagai corak di tubuhnya itu aktif berkeliling akuarium.
”Warna tubuhnya itu lho, hidup. Apalagi saat ditimpa cahaya lampu LED putih dan biru,” ungkap pemilik akun Instagram @cichlid.surabaya tersebut. Selepas pulang dari rumah temannya itu, Adi langsung memutuskan untuk memelihara cichlid.
Dia mengungkapkan, cichlid cukup agresif jika dibandingkan dengan jenis ikan lain dari famili Cichlidae. Wajar saja. Sebab, cichlid merupakan ikan teritorial. Meski begitu, cichlid termasuk ikan air tawar yang mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi air dan suhu. Bahkan jika harus hidup di lingkungan air berkadar garam tinggi, tingkat oksigen rendah, atau sungai beraliran deras. ”Termasuk (ikan) cerdas. Tahu waktunya makan atau tidak,” jelasnya.
Pria asli Surabaya itu sempat menunjukkan 22 jenis ikan dari tiga spesies cichlid miliknya. Di antaranya, aulonocara atau peacock, mbuna, dan hap. Tiga jenis itu, kata Adi, tersebar di kawasan Afrika dan Amerika. Namun, mayoritas ikan miliknya berasal dari Afrika. Yakni, dari tiga danau di sana seperti Danau Malawi, Tanganyika, dan Victoria.
Meski bentuk tubuh dan corak warnanya mirip antara satu dan yang lain, Adi tidak sulit membedakan tiga jenis cichlid miliknya. Aulonocara terlihat dari corak warnanya yang kuat. Tampak kontras dengan warna dasar tubuhnya. Di ekornya, terdapat motif menyerupai batik.
Lalu, jenis hap memiliki bentuk tubuh lebih besar dan mulutnya tampak lebar. Mbuna punya corak warna di tubuhnya seperti zebra. Postur tubuhnya juga lebih memanjang.
Cichlid dari tiga danau di Benua Afrika lebih mudah dipelihara ketimbang yang berasal dari Amerika. Sebab, selain tangguh, ia tidak terlalu rewel untuk urusan makanan.
Adi cukup memberikan pakan pelet untuk ikan-ikannya. Sesekali saja chiclid diberi cacing beku atau kombinasi keduanya. ”Pagi pelet, siang cacing beku, malam pelet lagi,” terangnya.
Agar tidak kegemukan, Adi juga menyusun jadwal puasa untuk ikan-ikannya setiap Senin. ”Semingu sekali juga diberi semangka dan timun untuk asupan seratnya,” jelasnya.
Dia menjelaskan, jadwal puasa diperlukan untuk membentuk tubuh yang proporsional. Sebab, ikan tersebut termasuk hobi makan.
Ada hal yang membuat ikan chiclid menarik untuk dipelajari. Yaitu, nama-namanya yang panjang dan lumayan sulit disebutkan. Misalnya, salah satu ikan milik Adi yang bermarga cichlid protomelas venustus dari jenis hap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022