
Variegata Monstera Borsigiana (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS)
JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menggemari aneka ragam tanaman hias. ”Buat saya, tanaman bukan hanya hiasan, melainkan juga penyegar mata dan pikiran di sela kesibukan,” ujarnya. Di salah satu unggahan Instagram-nya, Erick tampak memiliki beberapa koleksi tanaman hias janda bolong.
Erick menyadari bahwa merawat tanaman menjadi hobi yang makin ngetren di kalangan masyarakat selama pandemi Covid-19. ”Ternyata belakangan ini merawat dan mempercantik rumah dengan tanaman hias jadi salah satu kegiatan yang populer ya. Makin banyak penggemarnya, termasuk tim saya,” tambahnya.
Menurut Erick, hobi baru itu sebenarnya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membuka peluang bisnis ekonomi kreatif. Apalagi, tanaman hias memiliki prospek dan pasar yang menjanjikan. ”Hobi baru ini membuka peluang bisnis baru dan saya melihat banyak yang sukses. Berawal dari hobi, berujung jadi bisnis yang menjanjikan,” urainya.
Baca juga: Variegata Kabel Busi dan Janda Bolong Tetap Idola
Dalam kesempatan lain, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menuturkan, tanaman hias adalah salah satu bidang pertanian yang memiliki pasar tetap. Yakni, ekspor ke Asia, Eropa, bahkan Amerika. Indonesia memiliki keunggulan khusus karena berada di area tropis.
"Kami akan mendorong anak-anak milenial untuk mengembangkan tanaman hias bergaya tropis untuk diekspor," tuturnya. Produksi tanaman hias di triwulan II 2020, berdasar data Badan Pusat Statistik, mencapai 342 juta pcs. Sementara itu, volume ekspor tanaman hias mencapai 4,176 juta ton atau setara dengan USD 12,176 juta (sekitar Rp 170,142 miliar).
Tanaman hias juga cukup ngetren di kalangan selebriti. Model Kiki Amalia pun ikut menggemari tanaman hias. Hobi barunya itu muncul sejak dirinya menghabiskan banyak waktu di rumah akibat pandemi Covid-19. Salah satu koleksinya adalah tanaman janda bolong.
Baca juga: Obsesi Gregori Garnadi Hambali, Kawinkan Salak untuk Hilangkan Duri
Mantan istri Markus Horison itu membeli yang masih kecil. Dia sengaja membeli yang masih baby lantaran penasaran ingin melihat perkembangan janda bolongnya setiap hari.
Tanaman hias itu dia taruh berjejer di halaman rumahnya. Bukan untuk memperjualbelikan, melainkan untuk mempercantik dan menyejukkan udara di sekitar kediamannya. Kiki rela merogoh kocek hingga belasan juta rupiah. ”Iseng aja aku beli yang masih baby. Harganya macam-macam, ada yang Rp 250 ribu sampai Rp 15 juta-an,” jelas Kiki.
Photo
HOBI SI KEMBAR: Gabriella Krissta Monditayana (kanan) dan Gabrielle Krissti Monditayana menunukkan koleksi variegata monstera yang memiliki perpaduan warna hijau dan putih. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS)
Sayang, beberapa koleksi tanaman hiasnya layu. Bahkan, ada juga yang mati. Sebab, dia jarang merawatnya karena disibukkan dengan jadwal syuting yang padat. Akhirnya, sebagian koleksi dihibahkan ke kerabat terdekat. Ya, dia mengaku kapok membeli tanaman janda bolong yang masih baby. ”Kasih ke keluargaku yang lain. Karena aku setiap hari syuting, jadi nggak bisa merawatnya juga,” tutur Kiki.
Tak ingin nasib buruknya itu terulang, ke depan Kiki berencana membeli tanaman janda bolong yang sudah besar. Tentu supaya dia tak perlu repot-repot menghabiskan banyak waktu demi merawat tanaman kesukaannya itu. ”Yang daunnya udah gede terus mewah gitu. Nggak mau yang dari baby lagi karena udah gagal,” cetus pemain sinetron Rahasia Ilahi tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=SPqav6t8eEk

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
