alexametrics
Meneropong Tren Tanaman Hias 2021

Variegata Kabel Busi dan Janda Bolong Tetap Idola

14 Februari 2021, 12:18:08 WIB

Banyak cerita heboh di dunia tanaman hias belakangan ini. Di Garut, misalnya, ada orang yang menukar rumahnya seharga Rp 500 juta dengan tanaman aroid. Di Kediri, sejumlah tanaman caladium dan philodendron dibarter dengan Avanza.

DIAN Sri Munarsi, pemilik Puri Anggrek Yogya, mencoba membaca tren tanaman hias tahun ini. ’’Tanaman hias yang ngetren tahun 2020 dan bakal berlanjut pada 2021 menurut beberapa pakar tanaman dan saya rasakan sendiri adalah aroid,’’ katanya Jumat (12/2).

Dian menceritakan, dirinya sebenarnya memiliki basic pada anggrek sejak 2017. Kebetulan, di awal-awal pandemi tahun lalu, dia mendapat pinjaman lahan baru dari masyarakat. Dia bersyukur masuk ke bisnis tanaman hias pada saat yang tepat. Khususnya ketika tanaman hias aroid sedang ngetren.

Dian menyatakan, tanaman hias di bawah rumpun atau kelompok philodendron masih menjadi incaran kolektor. Untuk philodendron jenis tertentu yang bukan variegata, harganya bisa Rp 10 juta per daun. Sedangkan harga variegata semakin tinggi, bisa sampai Rp 25 juta per daun.

Dian mengungkapkan, sampai awal Februari 2021, permintaan tanaman hias masih tinggi. Sebagai seorang petani dan seller, dia mengatakan ada sejumlah seller lain maupun kolektor yang membeli hasil perbanyakannya. ’’Kenapa masih tinggi minatnya? Karena tanaman hias itu banyak sekali macamnya,’’ tuturnya.

Biasanya, setelah membeli satu jenis tanaman hias, pelanggan akan melengkapi dengan jenis lain yang masih satu keluarga. Contohnya, dia memiliki pelanggan yang suka tanaman hias keluarga alocasia. Setelah membeli alocasia dragon silver dan dragon scale, pelanggannya membeli jenis alocasia lainnya. Yaitu, alocasia bisma dan alocasia watsonia.

Tahun ini dia memperkirakan tidak ada jagoan baru di kalangan penghobi tanaman hias. Yang masih menjadi jagoan adalah tanaman hias yang sejak tahun lalu diperbincangkan, tetapi belum dimiliki banyak orang karena harganya mahal.

Dian mencontohkan variegata philodendron billietiae ’’kabel busi’’. Tanaman itu masih dianggap sebagai bintang. Banyak orang yang merasa memiliki prestise tersendiri ketika mengoleksi tanaman hias variegata kabel busi yang kelir daunnya belang-belang.

Menurut dia, tanaman hias kabel busi yang biasa atau normal memiliki daun berwarna hijau penuh. Harganya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per daun. Sedangkan harga variegata kabel busi sangat mahal. Bisa mencapai puluhan juta rupiah per daun.

Variegata sejatinya adalah kelainan yang dialami sebuah tanaman. Kelainan itu tidak hanya muncul di tanaman hias philodendron. Tetapi juga jenis tanaman lainnya. Gejala tanaman yang mengalami variegata adalah adanya kelainan warna daun. Umumnya daun berwarna hijau, tetapi sebagian berwarna lain. Muncul warna kuning, putih, atau lainnya. Contohnya adalah variegata monstera adansonii atau umum disebut janda bolong yang daunnya hijau bercampur putih.

ANDALAN: Evi Sofyan bersama koleksi variegata philodendron-nya (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

Salah seorang penjual bunga yang memiliki banyak koleksi tanaman hias variegata adalah Evi Sofyan, pemilik Pojok Hijau Nursery di Bursa Tanaman Hias Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Ditemui Jumat (12/2) di tokonya yang menempati kavling nomor 4, Sofyan menunjukkan sejumlah koleksi tanaman variegatanya. ’’(Variegata, Red) ini sebenarnya tanaman tidak normal, tetapi diburu dan harganya tinggi,’’ katanya.

Koleksi tanaman hias variegata milik Sofyan yang cukup tinggi harganya adalah variegata philodendron monstera marmorata yang dibanderol Rp 36 juta. Ada juga variegata homalomena seharga Rp 20 juta; variegata janda bolong seharga Rp 12,5 juta; serta variegata philodendron karstenianum seharga Rp 8 juta.

Selain itu, ada tanaman lain yang bukan variegata, tapi harganya cukup tinggi. Antara lain, philodendron splendid yang dihargai Rp 2 juta per daun. Kemudian, ada tanaman hias paraiso verde asal hutan Brasil yang dihargai Rp 15 jutaan.

Menurut dia, tanaman variegata masih menjadi tren dan banyak diburu tahun ini. Tetapi, dia mengungkapkan bahwa masyarakat harus lebih selektif memilih. Sebab, bisa jadi tanaman tersebut masuk kategori variegata klorosis.

Apa itu variegata klorisis? Yaitu, variegata yang tidak permanen. Hanya muncul di beberapa daun. Adapun variegata permanen, daun-daun yang muncul berikutnya konsisten mengalami ’’kelainan’’ warna.

HASIL REKAYASA: Tuti Siregar menunjukkan begonia X hasil penelitian menggunakan sinar radiasi gama. (DOK. PRIBADI)

Tanaman hias lain yang mulai diburu banyak orang adalah kelompok begonia. Peneliti begonia dari LIPI Tuti Siregar mengatakan, tanaman itu memang tidak semahal philodendron. Tetapi, dengan ragam yang sangat banyak, begonia dinikmati banyak orang.

Salah satu yang sekarang lagi ngetren adalah begonia polkadot. Begonia itu cukup unik karena pada daunnya banyak totol atau motif polkadot berwarna putih. Harga begonia polkadot di pasaran saat ini ratusan ribu rupiah. Koleksi tanaman variegata juga dilakukan pasangan kembar Gabriella Krissta Monditayana dan Gabrielle Krissti Monditayana. Mereka memiliki banyak tanaman variegata dari berbagai jenis. Mulai tanaman daun hingga buah.

Mereka mengatakan, tanaman variegata memiliki keunikan karena corak daunnya berbeda. Misalnya, pada monstera variegata V. Ada sierrana mereka yang bercorak semburat putih di tepi daun.

’’Kondisi ini yang membuat tanaman variegata memiliki keunikan. Kita tidak akan dibuat bosan. Corak dan warnanya akan selalu menjadi misteri,’’ ujar Ica, sapaan Krissta.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/gal/c19/oni


Alur Cerita Berita



Close Ads