alexametrics

Bikin Museum Mini, Djoko dan 28 Ribu Item Pernik Pramuka

13 September 2020, 15:48:06 WIB

Impian Djoko Adi Walujo merancang museum mini untuk pernak-pernik Pramuka kini terwujud. Museum mini itu memuat sekitar 28 ribu item koleksi.

Pigura dan etalase kaca penuh pernak-pernik Pramuka terlihat saat memasuki ruangan B-P House Indonesia di kompleks Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Kampus I Surabaya. Ruangan itu adalah museum mini yang dikelola drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA. Djoko menyambut dengan senyum lebar, menunjukkan ribuan koleksi yang terdiri atas emblem, pin, bendera, halsduk, pandu Pramuka, prangko, dan lain-lain. “Itu koleksi terbaru saya. Pernak-pernik Pramuka Tionghoa,” ujar Djoko sembari menunjuk ke arah pandu Pramuka, kotak P3K, dan bendera.

Djoko hobi mengoleksi pernak-pernik Pramuka sejak dirinya berusia 11 tahun. Saat itu dia juga telah menjadi anggota Pramuka. Kecintaannya terhadap Pramuka begitu tinggi. Dia berusaha mengumpulkan pernak-pernik dari berbagai daerah di Indonesia hingga distrik dunia.

Terkadang, Djoko mencari sendiri dengan menghadiri acara-acara Pramuka atau belanja daring. Namun, dia juga sering mendapat penawaran dari berbagai penjual barang bekas. ”Kalau penjual yang menawarkan, biasanya harus ada tawar-menawar dulu sampai harganya pas,” kata sekretaris Komisi Kerja Sama Dalam Negeri Kwartir Nasional I (Kwarnas) Gerakan Pramuka itu.

KOTAK P3K ini sangat vintage, terbuat dari material kulit pada 1936. Fungsinya, menyimpan beberapa peranti pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan. Di antaranya, verband, spalk, dan plester. Termasuk obat merah, boor water, gunting, dan peniti. Kotak itu selalu dibawa pandu Tionghoa saat melakukan penjelajahan dan berkemah. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Nama B-P House Indonesia untuk museumnya merujuk pada nama Bapak Pramuka Dunia Robert Baden Powell. “B-P itu Baden-Powell. Saya memang mendedikasikan namanya di museum ini,” imbuhnya. Museum itu sejatinya sudah dibuka untuk umum pada Februari lalu. Jika ada yang bertamu akan mendapatkan e-visitor sertificate. Namun, lantaran pandemi merebak, dia harus menutupnya untuk sementara.

Walaupun begitu, naluri untuk mengumpulkan koleksi tetap berjalan. Baru-baru ini, pria yang menjabat rektor Unipa pada 2015–2019 itu mengumpulkan koleksi pandu Pramuka Tionghoa. Yang berasal dari salah satu sekolah untuk murid-murid peranakan Tionghoa di Tegal, Jawa Tengah.

Dia telah mendapatkan berbagai macam pandu atau buku petunjuk Pramuka, bendera, emblem, sampai kotak P3K yang berumur 84 tahun. ”Kotak ini selalu dibawa Pramuka Tionghoa saat melakukan perjalanan atau kemah. Terbuat dari kulit asli,” pungkasnya. Rencananya, koleksi Pramuka Tionghoa itu juga dipamerkan di sebuah kafe di kawasan Glodok, Jakarta.

IN NUMBERS

  • Koleksi emblem Pramuka sekitar 17.600 item
  • Prangko tematik Pramuka sekitar 8.000 item
  • Pernik lainnya sekitar 2.400 item

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : nas/c12/nor



Close Ads