
KESAYANGAN: Yanti bersama Zio. Anbul turunan mainecoon itu menjadi kucing berpostur terbesar kesayangan keluarga. (Robertus Risky/Jawa Pos)
Sepuluh tahun lampau, Prihyanti Lumbanraja memutuskan merawat seekor persia dan medium nose sebagai anak bulu (anbul) kesayangan. Sekarang belasan anbul sudah memenuhi kediamannya.
---
’’Zio ini suka dielus-elus sama disisir-sisir,” kata Prihyanti Lumbanraja saat ditemui di kediamannya di Kedurus. Dia membelai lembut kucingnya yang merupakan persilangan jenis mainecoon. Yakni, jenis kucing dengan ukuran badan yang lebih besar daripada umumnya dan memiliki bulu yang lebih panjang.
Selain Zio, ada sekitar lima belas kucing lainnya yang dipelihara di rumahnya. Mulai kucing liar, persia, hingga persilangan mainecoon. Dia merawatnya bersama anak perempuannya, Nasytha Tristie Wardani.
Mereka mulai memelihara kucing sekitar sepuluh tahun lalu. Bermula dari seekor kucing persia bernama Nonik dan kucing medium nose bernama Menik yang sekarang ada di kediaman kerabatnya di Jakarta.
Kucing-kucingnya pun bertambah banyak karena beranak pinak. Ada juga kucing yang diselamatkan di jalanan. Zio merupakan anak Menik dan kucing mainecoon milik rekannya. ’’Jadi, Zio yang kami ambil dan rawat di Surabaya,” kata perempuan yang akrab disapa Yanti itu.
Setiap pagi, Yanti memberi semua kucingnya sarapan. Menunya khusus. Dia memasak ikan lele rebus untuk anbul-anbulnya. Masing-masing mendapat jatah satu ekor lele untuk sarapan. Kecuali untuk Zio, Yanti memberinya tiga ekor lele setiap hari. Dia menilai si Zio membutuhkan makanan yang lebih banyak karena posturnya lebih besar daripada anbul lain.
Lele rebus itu tak hanya diberikan untuk sarapan. Jika ada yang sakit, Yanti memberinya asupan ikan lele ekstra yang sudah diblender sampai halus. Tak hanya lele, dry food, wet food, dan camilan siap saji juga menjadi sajian mereka. ’’Memang harus komitmen punya hewan peliharaan itu. Harus ikhlas merawat dan memberi asupan walau pengeluarannya tidak sedikit,” imbuh perempuan yang berprofesi sebagai make-up artist (MUA) itu.
Kucing-kucingnya dibiarkan berkeliaran bebas di rumah. Jika main di luar, mereka terbiasa tidak pernah jauh dari sekitar halaman rumah. Kecuali jika ada yang sakit, Yanti akan memasukkannya ke kandang. Khusus untuk Zio, kucing itu lebih sering bermain di bagian belakang rumah. Sebab, kucing-kucing lain takut jika melihat Zio. ’’Mungkin karena badannya besar sehingga kucing-kucing lain lari semua kalau lihat dia,” tutur Yanti, lantas tertawa. Namun, tidak ada perawatan kandang khusus untuk Zio. Sebab, menurut Yanti, Zio merupakan kucing persilangan sehingga lebih mudah beradaptasi.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
