Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Mei 2023 | 21.10 WIB

Susia Garden, Kebun Produktif di Bantaran Sungai Ciliwung

Susia Garden - Image

Susia Garden

Panen Dibeli Warga, Nangis saat Banjir Rendam Kebun

Berkebun sudah menjadi rutinitas Susiawan Tari sejak lama. Di Kalibata Indah, Jakarta Selatan, nenek 70 tahun itu mengelola kebun bernama Susia Garden. Setiap pagi sampai menjelang tengah hari, perempuan yang akrab dipanggil Susi itu beraktivitas di kebun tersebut. Melakukan pembibitan, membuat pupuk, merawat aneka tanaman, juga menjajakan produk hasil kebun kepada masyarakat sekitar.

SUSIA Garden berada persis di bantaran aliran Sungai Ciliwung. Berdiri di atas tanah kosong dengan luas total mencapai 3.500 meter persegi. Dulunya lahan tersebut tidak terurus. Susi yang menginisiasi berdirinya kebun di sana. Inisiatif itu muncul lantaran dia mendapat tanggung jawab sebagai ketua seksi bidang kebersihan dan pertamanan di Kalibata Indah. ”Saya butuh bibit tanaman karena kalau beli terus juga sayang,” katanya saat berbincang dengan Jawa Pos pada 13 April lalu.

Melihat potensi lahan kosong di sekitar tempat tinggalnya, Susi memberanikan diri untuk meminta izin kepada dua pihak yang tengah bersengketa atas lahan tersebut. Dia mendatangi keduanya hingga akhirnya mendapat lampu hijau. Mulai 2017, lahan tersebut dia kelola. Mulanya hanya kebun sederhana. Bersama anak buahnya yang biasa mengurus taman di Kalibata Indah, dia mulai menata lahan tersebut. Kemudian, mereka menanam aneka tanaman sederhana seperti pisang, pepaya, dan singkong.

Di luar perkiraan Susi, tanaman itu tumbuh subur. Sampai-sampai bisa panen setiap minggu. ”Jadi, ada ratusan pepaya. Itu menghasilkan. Setiap minggu panen, kami jual ke warga. Hasilnya dibagikan ke anak-anak (yang mengurus kebun),” imbuhnya. Dari sana, kebun tersebut terus berkembang. Sampai akhirnya punya nama dan mendapat perhatian dari pemerintah setempat. ”Sekarang kami sudah mendapat dukungan dari Dinas KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian) DKI,” imbuhnya.

Menurut Susi, pemerintah senang lantaran ada lahan kosong yang tadinya tidak produktif kini menjadi produktif. Karena itu, bukan hanya Dinas KPKP DKI, Sudin KPKP Jakarta Selatan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan, serta pihak kecamatan dan kelurahan setempat pun mendukung keberadaan Susia Garden. Sekarang kebun itu sudah dipagari, dilengkapi gazebo, kolam ikan, sampai kafe mini. ”Karena banyak orang datang setiap Sabtu dan Minggu. Jadi seperti tempat wisata,” kata dia.

JADI LAHAN PRODUKTIF: Susi (dua dari kanan) menunjukkan hasil panen Susia Garden yang sering dibeli warga sekitar maupun pengunjung.

Meski begitu, Susia Garden tidak berubah. Hasil berkebun tetap dijual apa adanya. Sehingga jarang sekali Susia Garden panen raya. ”Karena yang datang ke sini itu langsung petik, timbang, kemudian bayar,” imbuhnya. Nyaris setiap hari transaksi seperti itu terjadi. Kebanyakan pembeli adalah warga Kalibata Indah. Mereka sudah biasa datang ke sana untuk jajan buah atau sayuran di Susia Garden. ”Ada apa saja, itu yang dibeli. Misalnya, ada jambu kristal, langsung dipetik, timbang, bayar,” ulang Susi.

Susi mengakui, yang dominan di kebunnya adalah buah-buahan. Selain jambu kristal, pepaya, dan pisang, ada jambu air, kelengkeng, anggur, markisa, jeruk, sampai mangga. Khusus sayuran, dia menanam sayuran hanya sebagai pemanis. Karena itu, jumlahnya tidak banyak. Semua ditanam dan dirawat dengan cara sederhana. Setiap pagi dicek, disirami, kemudian diberi pupuk secara rutin. Pupuk yang digunakan macam-macam. Mulai pupuk organik cair sampai pupuk non-organik. ”Saya belum bisa full organik. Tapi, sedang menuju ke sana,” jelasnya.

Susi mengakui, berkebun di tengah kota bukan perkara mudah. Apalagi Susia Garden berada di bantaran sungai yang rawan meluap. Pernah ketika hujan terus-menerus mengguyur Jakarta dan daerah sekitarnya, kebun yang dia kelola lenyap disapu luapan Sungai Ciliwung. Susi masih ingat betul itu terjadi sekitar tiga tahun lalu. Saat itu debit air Sungai Ciliwung naik signifikan. Ketika sampai aliran sungai di daerah Kalibata Indah, air sungai tersebut meluap. Kemudian, masuk dan merusak Susia Garden. ”Saya sedih sekali waktu itu,” kenang Susi.

Bagaimana tidak, kebun yang dia bangun dengan susah payah, dirawat setiap hari secara telaten, habis tersapu luapan air dari Sungai Ciliwung dalam waktu singkat. ”Jadi, banjir tiga tahun lalu itu sampai kebun kami habis,” kata dia. Padahal, saat itu ada 30 pohon pepaya yang tengah berbuah lebat. Di masing-masing pohon pepaya tersebut, sudah tampak 30 sampai 40 buah. ”Tinggal menunggu panen, kena banjir. Sedangkan pepaya itu paling nggak bisa kena rendaman air,” bebernya. Karena itu, panen yang sudah di depan mata pun kandas.

Seminggu setelah banjir merusak Susia Garden, puluhan pohon pepaya tersebut mati. Susi mengaku, saat itu dirinya setengah mati memperbaiki kerusakan kebunnya. Sebab, bukan hanya puluhan pohon pepaya yang mati, tanaman lain pun terdampak. Khususnya yang masih berada dalam pot. ”Karena air dari Sungai Ciliwung yang meluap itu juga membawa banyak sekali sampah,” sesalnya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Susi. Dia kembali mengurus lahan tersebut. Membersihkan kebunnya, kemudian menggemburkan kembali tanahnya. Dia juga memulai kembali menanam aneka tanaman produktif.

Sampai saat ini, setiap pagi Susi mendatangi kebunnya, berinteraksi dengan masyarakat setempat yang juga berkunjung untuk membeli buah atau sayuran. Dia percaya, setelah banjir tiga tahun lalu, tidak akan ada lagi banjir yang merusak Susia Garden. Sebab, pemerintah pusat kini sudah membangun bendungan baru yang bisa mengatasi persoalan debit air tinggi di Bendungan Katulampa. Air tidak hanya dialirkan ke Sungai Ciliwung. Melainkan turut dialirkan ke waduk tersebut. ”Insya Allah, mudah-mudahan nggak ada banjir lagi,” harapnya. (syn/c6/ai)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore