
Willy Proyoko yang beken dengan nama Om Wepe bersama anak bulu kesayangannya. Aksi mereka mampu menarik hati lebih dari setengah juta subscriber di akun Youtube. (Willy Proyoko for Jawa Pos)
Setiap tahun, Willy Priyoko selalu membuat sebuah resolusi. Pria yang akrab disapa Wepe itu menganggap harus ada challenge yang bisa ditaklukannya seiring pergantian tahun.
---
CHALLENGE yang dibuatnya pun bermacam-macam. Pada 2015, misalnya. Wepe bertekad menggeluti olahraga lari. Tantangan itu berlanjut pada 2016 saat dirinya menargetkan harus mampu berlari finis hingga jarak 10 km. Belum puas, Wepe menambah target jarak tempuhnya menjadi lari full marathon 42 km pada 2017.
Namun, pada medio 2017 akhir, dia ingin ada warna baru dalam daftar resolusinya. ’’Lalu memutuskan pada 2018 saya ingin merawat kucing. Jadi, pada Desember 2017 itu, saya adopsi kucing pertama saya yang bernama Pito,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Jumat (17/9).
Dalam melunaskan tiap resolusinya, Wepe tak pernah setengah-setengah. Prinsip itu juga diterapkan dalam menjadi pawrent Pito. ’’Memang saya berkomitmen merawat Pito dengan baik. Saya anggap mereka (kucing, Red) sebagai keluarga. Mereka tetap hewan peliharaan, tetapi saya rawat mereka seperti saya merawat keluarga saya sendiri,’’ tutur pria yang berulang tahun setiap 20 Juni itu.
Dorongan untuk memelihara kucing sebetulnya tidak tiba-tiba muncul saat Wepe ingin membuat resolusi. Dia menceritakan, sejak kecil dia memang menyukai kucing. Namun, dia sadar untuk menjadi pawrent memerlukan komitmen penuh. Dia tak ingin kucing yang dipeliharanya justru menjadi tak bahagia.
Bagi dia, tak semua orang harus memelihara kucing meskipun mencintai kucing. ’’Sebab, banyak yang harus dipersiapkan. Biaya itu pasti, lalu harus siap waktu, dan energi juga. Jadi, saat 2018 baru pelihara kucing, ya karena kesiapan saya ada saat itu,’’ imbuhnya.
Komitmen itu juga yang membuat Wepe memutuskan untuk menambah anabulnya. Beberapa bulan kemudian, Molo dan Leon resmi diadopsi dan menjadi keluarganya pada Maret 2018. Leon adalah kucing domestik longhair yang didapatkannya dari seorang sahabat.
Satu tahun menjalani hiruk pikuk kehidupan bersama Pito, Molo, dan Leon, Wepe tak lupa akan resolusinya pada tahun berikutnya. Hingga pada 2019, dia memutuskan membuat kanal YouTube dan memublikasikan kehidupan bahagianya merawat Pito. Dia menamai channel miliknya Kucing Om Wepe.
Awalnya, dalam meramu Kucing Om Wepe, pria yang juga berprofesi praktisi komunikasi itu melakoninya secara mandiri. Seluruh proses, mulai pengambilan gambar, editing, hingga seluk-beluknya, dijalani sendiri secara telaten. Meskipun, kini dia juga dibantu salah seorang rekannya saat melakukan pengambilan gambar.
Ketelatenan dan orisinalitas Wepe dalam merawat kucing membuat channel-nya cukup digandrungi cat lovers. Dia tak menyangka mendapat banyak feedback yang baik dari cat lovers. Sering kali cat lovers meninggalkan komentar bahwa mereka amat terbantu dan terinspirasi dari pola asuhnya sebagai pawrent.
Sebab, Wepe sering kali memberikan edukasi dan tips bagi cat lovers. Itu pula yang membuat channel khusus kucing itu memiliki lebih dari 587 ribu subscriber. Dia berkeinginan agar channel-nya bisa menjadi sebuah forum bagi cat lovers yang bisa memberikan edukasi maupun hiburan yang menyenangkan.
’’Padahal, saya ini kan bukan dokter hewan juga. Tapi, saya nggak nyangka respons orang-orang bagus banget. Mereka bilang setelah menonton konten di YouTube saya jadi mendapat sesuatu gitu, nggak nyangka sih,’’ tuturnya.
Photo
Kucing Om Pewe (Willy Proyoko for Jawa Pos)
Saking bahagianya menjadi pawrent dari tiga anabul, Wepe kembali menambahkan Cimoi dan Rumi. Cimoi merupakan kucing jalanan yang telah di-rescue seorang rekannya. Sama dengan Cimoi, Rumi pun merupakan stray cat yang di-rescue sendiri oleh Wepe.
Kini Wepe adalah pawrent dari lima ekor kucing yang sehat dan bahagia. Pria yang juga pendiri grup musik anak Popzzle itu menuturkan, kebahagiaan para anabul memang amat diperhatikan. Dia menceritakan, dalam membuat konten YouTube, mood para anabul sangat diperhatikan olehnya. ’’Saya nggak pernah memaksa mereka (para kucing, Red) untuk harus gimana-gimana. Bagi saya, mood mereka penting sekali supaya mereka tetap bahagia,’’ jelasnya.
Ke depan, meski telah cukup dikenal sebagai content creator terkait kucing, Wepe tak ngoyo mengejar target subscriber untuk channel YouTube-nya. Yang jelas, bagi dia, apa pun yang dilakukannya harus maksimal, termasuk dalam memproduksi konten YouTube.
’’Sejak awal 2019 waktu bikin channel, komitmen saya setiap minggu harus bisa bikin dua konten. Itu tetap berjalan konsisten sampai sekarang. Kemudian, dua minggu belakangan ini saya punya komitmen setiap minggu, saya punya lima konten. Tapi, ya tetap balik lagi ke kondisi kucing,’’ tuturnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
