Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Agustus 2021 | 00.48 WIB

Telinga Anabul pun Perlu Dibersihkan, Hindari Cotton Bud dan Baby Oil

RUTIN: Dokter hewan Allin Wahyu Andayani membersihkan telinga kucing. Telinga yang jarang dibersihkan akan berisiko terkena infeksi. (DRH ALLIN WAHYU FOR JAWA POS) - Image

RUTIN: Dokter hewan Allin Wahyu Andayani membersihkan telinga kucing. Telinga yang jarang dibersihkan akan berisiko terkena infeksi. (DRH ALLIN WAHYU FOR JAWA POS)








Telinga anabul terlihat kotor? Segera bawa ke tenaga ahli untuk grooming atau bersihkan sendiri di rumah dengan benar. Jangan tunggu kotoran menumpuk. Berikut penjelasan tentang kebersihan telinga kucing.

---

MENJAGA kebersihan anabul tentu menjadi tanggung jawab pawrents. Salah satunya, kebersihan telinga. Sebab, telinga merupakan organ vital yang berguna untuk menjaga keseimbangan tubuh. Jika jarang dibersihkan, akan muncul risiko penyakit. Membersihkannya pun tidak bisa sembarangan.

Menurut drh Allin Wahyu Andayani, telinga kucing yang jarang dibersihkan akan berisiko terkena infeksi. Itu akan memengaruhi aktivitas dan kesehatan kucing. Misalnya, pada kasus infeksi telinga yang disebabkan infestasi tungau Otodectes cynotis. Jika terkena, kucing menjadi tidak bisa beraktivitas dengan leluasa. Sebab, kucing akan sering menggaruk-garuk telinga dan daerah sekitarnya.

Gerakan khas itu disebut pedal reflects. Tak jarang muncul luka di sekitar telinga akibat garukannya. Jika dibiarkan, akan terjadi infeksi lanjutan yang akan memperparah kondisi itu. Misalnya, anabul menjadi lemas, demam, dan nafsu makannya menurun. ’’Karena itu, owner harus peka jika kucing sering menggaruk-garuk,” ujar Allin.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah hal itu adalah membersihkan telinga secara rutin. Cukup grooming dua minggu sekali oleh tenaga profesional. Hal itu juga membantu deteksi dini infeksi pada telinga. Pawrents pun bisa membersihkan telinga secara mandiri. Misalnya, seminggu sekali untuk keadaan normal.

Membersihkan telinga juga tidak boleh sembarangan. Gunakan bantalan kapas atau cotton ball yang telah dibasahi dengan cairan pembersih telinga khusus hewan. Atau bisa juga dengan povidon iodin cair. Hindari penggunaan cotton bud untuk mencegah kapas tertinggal di dalam telinga. Serta, jangan gunakan baby oil karena bahannya lebih iritan atau memicu alergi.

Jika telinga kucing kotor krn suatu penyakit, maka telinga boleh dibersihkan setiap hari. Apalagi jika ada tambahan resep obat tetes telinga, maka telinga harus bersih terlebih dahulu agar kerja obat lebih efektif.

KAPAN TELINGA ANABUL PERLU DIBERSIHKAN?


KEADAAN NORMAL: Dua minggu sekali grooming dengan profesional atau seminggu sekali di rumah.

JIKA SAKIT (TELINGA SERING KOTOR): Setiap hari dengan obat tetes telinga.






Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore