
BANYAK DISUKAI: Scindapsus argyraeus, Scindapsus silver splash, dan Scindapsus silver lady. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS)
Geliat pandemic planter –sebutan bagi yang mulai bergiat menanam saat pandemi melanda– kian meluas. Jenis tanaman yang dicari pun makin variatif, disesuaikan dengan kebiasaan sehari-hari, bujet, hingga kondisi rumah.
---
VALENTIA Christina, salah seorang planter di Surabaya, mengungkapkan bahwa salah satu tanaman yang masih tinggi peminat berasal dari genus Scindapsus. Jenis tanaman tersebut dicari karena desain coraknya yang cukup beragam. Daun-daunnya tak terlalu besar, tetapi punya ciri khas bisa tumbuh merambat. Sebagai tanaman hias, Scindapsus dapat memberikan sentuhan tambahan di banyak area rumah.
”Scindapsus itu tahan banting,” kata pendiri Green Garden Surabaya tersebut. Ia bisa beradaptasi dengan kondisi sinar matahari yang rendah maupun tinggi. Jadi, jika ingin membuat taman mini di dalam rumah, Scindapsus juga bisa menghiasi dinding taman indoor. Variasinya banyak muncul dari wilayah Kalimantan dan Sumatera. Jadi, ia tak terlalu susah beradaptasi seperti tanaman impor yang kebanyakan dicari.
Tanaman dengan permukaan daun halus yang kerap disebut daun satin itu juga cukup ramah di kantong. Misalnya, tiga jenis yang dimiliki Valentia dan partnernya, David Bernardo. Scindapsus argyraeus dengan kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 55 ribu per daun. Scindapsus silver splash dihargai mulai Rp 50 ribu sampai Rp 120 ribu per daun.
Jika ingin lebih mahal, kolektor bisa membeli jenis Scindapsus silver lady. Harganya bisa mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per daun. Tentu banderol tersebut bergantung dengan ukuran daun yang sudah tumbuh, kondisi kesehatannya, dan harga pasaran di setiap wilayah. ”Mayoritas Scindapsus ini berwarna silver dan tampilannya juga menarik,” ujar Valentia.
Secara umum, perawatan Scindapsus tak terlalu rumit. Penyiraman bisa dilakukan 3–4 hari sekali pada media tanam. Scindapsus tak butuh kadar kelembapan khusus dan bebas diletakkan di mana saja. Saat penyiraman, wajar jika sebagian media tanam keluar perlahan dari pot.
Lama-kelamaan media tanam akan habis dan digantikan dengan akar-akar yang terus berkembang. ”Nah, kalau sudah begitu, perlu pindah ke pot yang lebih besar. Istilahnya sudah root-bound,” jelasnya.
Saat penyiraman, sebaiknya pemilik juga melakukan cek hama. Apalagi jika kondisinya cukup rapat antara satu pot dan pot lainnya. ”Hama ini mudah sekali menyebar. Makanya, kalau koleksinya banyak, harus rajin ngecek satu-satu,” tutur Valentia.
Hama bisa dilihat di lapisan daun dan kadang berupa bercak-bercak putih. Sebaiknya hama segera dibersihkan. Pemilik juga harus peka dengan kondisi daun dan batang, apakah ada tanda-tanda layu atau kering yang tak wajar. Bisa jadi, ada hama yang menyerang bagian akar tanaman.
Baca juga: Tanaman Hias Bukan Sekadar Pelengkap Hiasan

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
