Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Desember 2020 | 23.16 WIB

Ayam Onagadori si Ekor Naga Asal Jepang

PERAWATAN SPESIAL: Tomebako, kandang khusus ayam onagadori yang dirancang untuk menjaga agar ekor tumbuh indah dan tidak rusak. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

PERAWATAN SPESIAL: Tomebako, kandang khusus ayam onagadori yang dirancang untuk menjaga agar ekor tumbuh indah dan tidak rusak. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Onagadori merupakan jenis ayam hias yang berasal dari Jepang, tepatnya Prefektur Kochi. Sisi eksotis ayam itu dilihat dari bulu yang panjang menjuntai. Di Jepang, ekor ayam onagadori bisa sampai 12 meter.

---

DI INDONESIA, onagadori pernah dihadiahkan kepada Ibu Negara Siti Hartinah atau Ibu Tien, istri Presiden Soeharto. Pada 1997, Wali Kota Surabaya Sunarto Sumoprawiro juga dihadiahi dua ayam onagadori jantan dewasa dan 250-an telur dari Kota Kochi. Sebab, ada hubungan sister city dua kota tersebut.

”Saat itu hanya ada dua tempat di Indonesia yang punya ayam itu. Milik Ibu Tien ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII),” ujar Bambang Adji Pratama yang merupakan peternak pertama ayam onagadori di Indonesia. Dia dipercaya Wali Kota Sunarto untuk menetaskan telur ayam itu karena dikenal penghobi unggas. Selain itu, ada yang ditempatkan di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Sebanyak 71 butir berhasil menetas dan beranak pinak hingga sekarang. Saat ini Bambang memelihara 200-an ekor. Di antaranya, tiga jantan onagadori dengan panjang ekor 2 meter. Warna bulu yang memanjang itu hitam kombinasi putih. Bambang pernah berhasil memelihara ayam berjuluk si ekor naga dari Jepang itu hingga panjang ekornya 3,15 meter, berusia 4,5 tahun. ”Panjang itu masih menjadi rekor sampai sekarang,” katanya. Dia menyebutkan, ayam itu dibeli seseorang seharga Rp 30 juta.

Harga yang lumayan tersebut memang sebanding dengan perawatan onagadori yang ekstra agar ekornya bisa panjang menjuntai. Per tahun rata-rata ekor onagadori hanya tumbuh 90 sentimeter. Jumlah helai yang bisa panjang juga terbatas. Sekitar 16–18 helai. Jadi, harus benar-benar dijaga lingkungan dan nutrisinya.

Pakan onagadori pun istimewa. Mulai omega 3, omega 6, omega 9, kalsium, dan protein. Asupan seperti ikan salmon, ulat, dan maggot tidak luput dari daftar menu. ”Minumnya, saya tidak memberikan air PDAM langsung. Namun, sudah difilter menjadi air murni,” ujar pria 63 tahun itu.

Ayam juga tak boleh stres. Harus dijauhkan dari polusi suara. Rumah Bambang di Jalan Wonorejo Selatan, Rungkut, Surabaya, cukup jauh dari jalan raya yang bising.

Yang tidak kalah penting adalah kandang onagadori yang berbentuk lemari untuk mengakomodasi tumbuh kembang ekornya. Lebar kandang hanya 16 sentimeter agar ayam tak bebas bolak balik karena bisa merusak ekor. Ada juga penyekat antara ekor dan tempat kotoran. ”Di Jepang kandang ini biasa disebut tomebako,” ujarnya.


Sisi eksotis onagadori saat kontes bukan hanya dari panjang ekor, melainkan juga tubuhnya harus ideal. Beratnya 1,5–1,8 kg. Jambul berdiri tegak dan tidak cacat. Kalau sudah seperti itu, harganya bisa makin tinggi.

Kini penghobi dan peternak onagadori semakin banyak. Persebarannya hampir di seluruh Indonesia. Bambang menyatakan, jika tertarik memelihara ayam, itu harus memperhatikan keaslian ras ayam tersebut. Jangan hanya terkesima dari ekor yang panjang. ”Meski satu induk, belum tentu karakteristiknya sama dengan induk. Sangat bergantung dengan genetiknya masing-masing,” ujarnya.

---

MENGENAL AYAM ONAGADORI

  • Merupakan hasil persilangan genetik antara ayam shokoku dan ayam hutan hijau.

  • Diperkirakan persilangan terjadi pada zaman Edo, yakni pada 1600–1868.

  • Berasal dari Prefektur Kochi.

  • Panjang ekor bisa mencapai 12 meter.

  • Warna bulu putih, perak, emas, dan kombinasi hitam-merah.


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zi4-92fMSaY

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore