
Media tanam tanaman Monstera variegata.
Tanaman hias variegata tengah menjadi primadona. Di antaranya, jenis Monstera sp, Syngonium sp, Philodendron sp, dan Anthurium sp. Butuh perawatan yang cukup telaten untuk mempertahankan corak daun agar tetap mencolok.
OWNER Tanah Liat by Ruang Tanam Jakarta M. Dede Septiandri mengoleksi tanaman hias variegata sejak 2020. Koleksinya adalah Monstera deliciosa dan Syngonium milk confetti yang diimpor dari Jepang. Pengaturan cahaya, sirkulasi udara, dan media tanam sangat penting untuk diperhatikan. ’’Karena variegata ini rewel dan sensitif banget,” ujar Dede saat ditemui di workshop Tanah Liat, Graha Raya, Tangerang, Jumat (22/9) lalu.
Menurut dia, untuk merawat corak daun, tanaman variegata harus mendapat cahaya yang cukup. Namun, jangan sinar matahari langsung. Cukup di teras rumah yang teduh tertutup kanopi. Jika terlalu banyak terkena matahari, justru daun menjadi kering dan cokelat.
Jika pemilik telaten, tanaman hias variegata boleh terkena cahaya matahari langsung hanya di waktu pagi. Setelah pukul 09.00, tanaman itu harus segera dipindahkan ke tempat yang teduh. ’’Sinar matahari pagi dan angin sepoi langsung akan merangsang pertumbuhan, daun lebih tebal, dan corak warnanya semakin terang,” terangnya.
Media tanam tanaman Monstera variegata.
Cahaya penting bagi tanaman untuk melakukan fotosintesis melalui zat hijau daun atau yang biasa disebut klorofil. Corak variegata sebenarnya merupakan kelainan pada tanaman dengan memiliki lebih sedikit klorofil. Artinya, butuh paparan sinar lebih banyak.
Jika tidak mendapat paparan cahaya yang cukup, variegata akan merespons dengan memproduksi lebih banyak klorofil untuk fotosintesis. Hal itulah yang menyebabkan daun variegata berubah menjadi hijau.
Sirkulasi udara menjadi perhatian selanjutnya. Termasuk lubang pada pot maupun kondisi cuaca yang memengaruhi temperatur angin. Kondisi tersebut akan berdampak pada kualitas media tanam. ’’Contohnya, ketika membeli tanaman dari Puncak, Bogor, atau Lembang, Bandung, dengan cuaca yang dingin, lalu dibawa ke Jakarta yang panas. Perubahan kondisi yang kontras tersebut dapat merusak media tanam,” jelas mantan chef on board Garuda Indonesia tersebut.
Mengantisipasi kemungkinan itu, Dede menyarankan agar segera mengganti media tanamnya. Setelah itu, tanaman ditempatkan di ruangan dengan pencahayaan tak langsung. Kalau tidak dibongkar atau dibiarkan saja, kualitas tanaman bakal drop. ’’Karena sebelumnya terbiasa kena air dan udara dingin, nah ketika sampai Jakarta, malah kena cuaca yang panas dan airnya hangat,” katanya.
METAN JABLAY: M. Dede Septriadi memeriksa kondisi media tanam tanaman Monstera variegata koleksinya. Dia membuat racikan media tanam sendiri agar tanaman tumbuh maksimal.
Untuk tanaman hias variegata impor, begitu datang, harus dibuka dulu, lalu direndam di dalam air dengan campuran larutan perangsang akar seperti vitamin B1. Setelah dua jam, diangkat dan ditiriskan. Tunggu agak kering untuk kemudian ditanam dengan media tanam di dalam pot dan ditaruh di tempat teduh. ’’Penting untuk sentuhan pertama ini. Jika tidak dibongkar dan ditangani begitu, pasti akan busuk,” imbuhnya.
Dede menyatakan, media tanam yang tepat turut menunjang pertumbuhan dan kualitas corak daun variegata. Belajar dari setiap pembelian tanaman variegata asal Jepang, terdapat bebatuan kanuma soil dan keiseki. Dari situ, dia iseng menggunakan dua bahan itu untuk kemudian dicampur sebagai media tanamnya.
Dia mengakui, meracik media tanam butuh proses. Awal-awal hanya dari kompos daun mangga. Tapi, hasilnya kurang baik karena justru membuat media tanam menjadi benyek. ’’Terlalu lama menyimpan air. Akibatnya justru membuat akar tanaman busuk dan daun layu,” ungkapnya.
Butuh proses setidaknya hampir setahun untuk menemukan racikan Metan Jablay Premium. ’’Pas untuk tanaman yang jarang dibelai,” celetuknya. Dasar media tanam tersebut adalah aroid. Bersifat poros, tapi masih mengikat air. Di dalamnya juga sudah terdapat pupuk slow release.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
