Salah satu samoyed kesayangan Johannes Salindeho berfoto di belakang rumahnya.
JawaPos.com - Dibesarkan dalam keluarga dog lovers, Johannes Salindeho dan istri punya banyak kriteria baik untuk menjadi pawrent. Berbagai jenis anjing pernah mereka asuh. Namun, enam tahun terakhir, mereka hanya momong samoyed.
Enam samoyed meramaikan rumah Johannes. Mereka adalah Kitty, Denver, Mishka, Oslo, Winter, dan Seattle. Tiap pagi dan sore, mereka jalan-jalan. Rute yang ditempuh antara 3–5 kilometer. Aktivitas rutin itu bertujuan menjaga kebugaran tubuh geng samoyed tersebut.
”Keliling deket rumah,” kata Johannes kepada Jawa Pos pekan lalu (2/9).
Dia mengaku mulai jatuh hati pada anjing berbulu putih itu saat menerima kado ulang tahun dari anak-anaknya. Ketika itu, setelah berselancar di internet dan mencari tahu tentang samoyed, tiga buah hati Johannes menghadiahkan anak anjing yang konon nenek moyangnya berasal dari Siberia itu kepada sang ayah.
”Samoyed pertama itu kami beri nama Kitty,” ujarnya.
Karakter Kitty yang riang dan mudah bergaul membuat Johannes tertarik. Dia pun lantas menggali lebih banyak tentang samoyed. Bahkan, dia dan keluarganya juga tidak segan bertanya kepada beberapa mentor dan pakar samoyed.
”Semakin tau jadi semakin jatuh cinta,” terangnya.
Keluarga Johannes Salindeho bersama dua samoyed kesayangan.
Dalam waktu setahun, Kitty punya dua saudara lagi yang semuanya samoyed. Dari tiga, kini total enam samoyed yang menjadi momongan Johannes dan keluarganya. Karakter keenamnya beda-beda. Jika Kitty periang, lincah, dan peka, lima samoyed lainnya tidak persis sama. ”Mishka paling cuek,” ujar Johannes.
Meski karakter enam samoyed itu berbeda-beda, bagi Johannes semuanya istimewa. Dia tidak membeda-bedakan mereka. Perlakuan yang sama juga ditunjukkan anggota keluarga Johannes yang lain. Istri dan anak-anaknya juga sayang pada enam samoyed momongan mereka. Bahkan, asisten rumah tangga mereka pun akrab dengan Kitty dan gengnya.
Johannes mengaku senang tiap kali pulang ke rumah karena langsung disambut Kitty dan Denver. Dua samoyed itu sangat peka pada suara mobil Johannes. Begitu mendengar mobil Johannes datang, keduanya akan heboh melakukan penyambutan.
Hal lain yang membuat Johannes bangga adalah momongan-momongan berbulunya itu tertib saat berada di tempat umum. Bahkan tanpa leash pun, mereka akan tetap patuh. Karena itu, Johannes tidak ragu mengajak geng samoyed itu ke mal atau pusat keramaian yang lain. Begitu mendengar suara Johannes atau istri dan anak-anaknya, mereka akan langsung mendekat. ”Karena kami ini pack leader-nya mereka,” imbuhnya.
Telaten merawat dan memperhatikan penampilan enam samoyed-nya, Johannes juga tidak jarang mengikutkan mereka dalam kompetisi seperti dog show. Denver pernah menyabet gelar Indonesia Champion (INA Ch). Capaian yang sama juga diraih Oslo. Namun, sesuai aturan Perkin, samoyed berumur 12 bulan itu baru bisa menerima penghargaannya secara resmi sekitar 3 bulan lalu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
