Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 September 2019 | 00.33 WIB

Pameran Gunpla Sekaligus Cari Calon Perwakilan Indonesia

RAKSASA: Pengunjung mengamati Gundam Astray Red Frame  berukuran besar dalam Gunpla di Atrium Grand City Kamis (26/9). (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

RAKSASA: Pengunjung mengamati Gundam Astray Red Frame berukuran besar dalam Gunpla di Atrium Grand City Kamis (26/9). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Puluhan action figure Gundam terjajar rapi di etalase Atrium Grand City kemarin. Mulai yang paling mini sampai yang raksasa. Puluhan action figure tersebut ada di sana hingga 6 Oktober mendatang. Gundam bertipe rare juga dihadirkan dalam pameran yang bertajuk Gundam Plamodel (Gunpla) Exposition 2019 itu.

’’Ada tipe RG Sazabi yang dari tahun ke tahun selalu diburu para kolektor. Soalnya, karakternya ini menarik. Ceritanya, si RG Sazabi ini kerap dianggap antagonis. Padahal, sebenarnya nggak,’’ jelas Muliady Krodata, supervisor Multi Toys.

Bukan hanya itu, tahun ini ada tipe Zaku II Psycho yang juga masuk dalam kategori rare. ’’Spesialnya, dia ini gede, terus desainnya clear, jadi kelihatan mesin dalamnya. Terus dapat aksesori roket juga,’’ sambungnya.

Selain memamerkan berbagai macam Gundam, Gunpla Exposition 2019 menjadi ajang berkumpul dan menunjukkan kreativitas para pencinta dalam merakit Gundam. ’’Soalnya, kami juga menyediakan etalase untuk Gunpla Builders World Cup 2019. Ini lomba kreasi bikin Gunpla yang dibikin sekreatif-kreatifnya dan sekeren-kerennya,’’ terangnya.

Seperti judulnya yang mengusung world cup, perlombaan tersebut memang dikhususkan untuk mencari seorang grand champion yang bisa mewakili Indonesia di ajang selanjutnya.

Penilainnya pun dilakukan juri dari Jepang pada awal Oktober mendatang. ’’Pokoknya, dari ajang di Surabaya ini, nanti kami cari satu pemenang, lalu dilombakan lagi dengan pemenang di Jakarta. Barulah pemenang itu mewakili Indonesia untuk ajang di Jepang,’’ lanjutnya.

Pembuatan Gunpla dinilai berdasar tiga kriteria. Yakni, kerapian dalam merakit, kreasi dalam membuat modifikasi pada modelnya, dan penambahan diorama sebagai background. ’’Ada juga yang biasanya nggak pakai tambahan diorama, tapi pembuatannya bener-bener rapi juga bisa dipertimbangkan penilainnya,’’ tambah Muliady

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore